Rabu, 11 Mei 2022

Pengukuran KreativitasSiswa (skripsi tesis dan disertasi)

Pengukuran-pengukuran kreativitas dapat dibedakan atas pendekatan-pendekatan yang digunakan untuk mengukurnya. Ada lima pendekatan yang lazim digunakan untuk mengukur kreativitas, yaitu: 1) analisis obyektif terhadap perilaku kreatif, 2) pertimbangan subyektif, 3) inventori kepribadian, 4) inventori biografis, dan 5) tes kreativitas(Batey, 2012). a.Analisis Obyektif Pendekatan obyektif dimaksudkan untuk menilai secara langsung kreativitas suatu produk berupa benda atau karya-karya kreatif lain yang dapat diobservasi wujud fisiknya. Metode ini tidak cukup memadai untuk digunakan sebagai metode yang obyektif untuk mengukur kreativitas (Amabile dalam Supriadi, 1994), karena sangat sulit mendeskripsikan kualitas produk-produk yang beragam secara matematis, untuk menilai kualitas instrinsiknya. Kelebihan metode ini adalah secara langsung menilai kreativitas yang melekat pada obyeknya, yaitu karya kreatif. Kelemahan metode ini yaitu hanya dapat digunakan terbatas pada produk-produk yang dapat diukur kualitas instrinsiknya secara statistik, dan tidak mudah melukiskan kriteria suatu produk berdasarkan rincian yang benar-benar bebas dari subyektivitas. b.Pertimbangan Subyektif Pendekatan ini dalam melakukan pengukurannya diarahkan kepada orang atau produk kreatif. Cara pengukurannya menggunakan pertimbangan-pertimbangan peneliti, seperti yang dikemukakan Francis Galton, Castle, Cox, MacKinnon (dalam Supriadi, 1994). Prosedur
 
9pengukurannya ada yang menggunakan catatan sejarah, biografi, antologi atau cara meminta pertimbangan sekelompok pakar. Dasar epistemologis dari pendekatan ini, yaitu bahwa obyektivitas sesungguhnya adalah intersubyektivitas; artinya meskipun prosedurnya subyektif hasilnya menggambarkan obyektivitas, karena sesungguhnya subyektivitas adalah dasar dari obyektivitas. Prosedur lain yang digunakan dalam pendekatan pertimbangan subyektif yaitu dengan menggunakan kesepakatan umum, hal tersebut apabila jumlah subyeknya terbatas. Pendekatan ini merupakan pendekatan yang praktis penggunaannya, dan dapat diterapkan pada berbagai bidang kegiatan kreatif, juga dapat menjaring orang-orang, produk-produk yang sesuai dengan kriteria kreativitas yang ditentukan oleh pengukur, dan sesuai dengan prinsip-prinsip pada akhirnya kreativitas sesuatu atau seseorang ditentukan oleh apresiasi pengamat yang ahli. Adapun kelemahannya yaitu setiap penimbang mempunyai persepsi yang berbeda-beda terhadap yang disebut kreatif, dan dapat dipengaruhi oleh faktor-faktor lain. c.Inventori Kepribadian Pendekatan inventori kepribadian ditujukan untuk mengetahui kecenderungan kepribadian kreatif seseorang atau korelat-korelat kepribadian yang berhubungan dengan kreativitas. Kepribadian kreatif meliputi sikap, motivasi, minat, gaya berpikir, dan kebiasaan-kebiasaan dalam berperilaku. Alat ukurnya antara lain skala sikap kreatif (Munandar, 1998), Skala kepribadian kreatif (Supriadi, 1994), How do you thing? (Davis & Subkoviak, 1975), Group inventory for finding creative talent(Rimm,
 
 
301976), Kathena-Torrance creative perception inventory(Kathenadan Torrance, 1976), creative personality scale(Gough, 1979), creative assessment packet(Williams, 1980), Scales for rating the behavioral characteristics ofsuperior students(Renzulli,et al.,1976), creative motivation inventory(Torrance, 1963), Imagination inventory(Barber & Wilson, 1978), dan Creative Attitude survey(Schaefer, 1971). Alat-alat ukur ini dapat mengidentifikasi perbedaan-perbedaan karakteristik orang-orang yang kreativitasnya tinggi dan orang-orang yang kreativitasnya rendah. Item-itemnya biasanya menggunakan forced choice(ya, tidak) atau skala likert (Sangat setuju, Setuju, rangurangu, dan Tidak setuju). d.Inventori Biografis Pendekatan ini digunakan untuk mengungkapkan berbagai aspek kehidupan orang-orang kreatif, meliputi identitas pribadinya, lingkungannya, serta pengalaman kehidupannya. e.Tes Kreativitas Tes ini digunakan untuk mengidentifikasi orang-orang kreatif yang ditunjukkan oleh kemampuannya dalam berpikir kreatif. Hasil tesnya dikonversikan ke dalam skala tertentu sehingga menghasilkan CQ (creative quotient) yang analog dengan IQ (intellegence quotient) untuk inteligensi. Terdapat beberapa tes kreativitas, yaitu: alternate uses, test of divergent thinking, creativity test for children(Guilford, 1978), Torrance test of creative thinking (Torrance, 1974), creativity assessment packet(Williams, 1980), dan tes kreativitas verbal dan figural (Torrance dalam Munandar, 1998). Bentuk soal tes ini umumnya berupa gambar dan verbal. Perbedaan
 
tes inteligensi dengan tes kreativitas, yaitu pada kriteria jawaban. Tes inteligensi menguji kemampuan berpikir memusat (konvergen), karena itu ada jawaban benar dan salah, sedangkan tes kreativitas menguji berpikir menyebar (divergen) dan tidak ada jawaban benar atau salah.Berdasarkan uraian di atas dapat diketahui bahwa kreativitas dapat diukur melalui berbagai metode.Metode pengukuran kreativitas antara lain analisis obyektif terhadap perilaku kreatif, pertimbangan subyektif, inventori kepribadian, inventori biografis, dan tes kreativitasKreativitas pada anak merupakan dasar penting bagi kemampuannya menghadapi perubahan zaman dimasa depan.untuk menjadi individu kreatif,dibutuhkan kemampuan berpikir yang mengalir lancar, bebas, dan ide yang orisinal yang didapat darialam pikirannya sendiri. Berpikir kreatif juga menuntut yang bersangkutan memilikibanyak gagasan. Dengan kata lain, agar anak bisa berpikir kreatif, ia haruslah bisa bersikapterbuka dan fleksibel dalam mengemukakan gagasan. Semakin banyak ide yang dicetuskan, menandakan makin kreatif anak tersebut.Berdasarkan penjelasan diatas dapat diketahui salah satu metode pengukuran kreativitas adalah melaluites kreativitas.Dala penelitian ini, peneliti memilih metode tes kreativitas untuk menilai kreativitas siswa. Pemilihan metode ini didasarkan pada kondisi sampel penelitian yang berjumlah cukup banyak sehingga pengumpulan data akan lebih mudah dilaksanakan melalui metode tes kreativitas. Pakar pendidikan telah berupayamengembangkan tes kreativitas verbal dan figural dari konssep yang dikemukakan olehTorrance(dalam Munandar, 1998). Kreativitas verbal adalah untuk mengungkap kemampuansiswa dalam menentukan kata-kata yang
 
memenuhi persyaratan struktural tertentu,reorganisasi perseptual,menyusun kalimat-kalimat yang memenuhi persyaratan-persyaratan tertentu,mencetuskan gagasan-gagasan yang memenuhi persyaratan-persyaratan tertentu dalam waktu terbatas, fleksibilitas dan orisinilitas dalam pemikiran serta mengembangkan suatu gagasan, memperincinya dengan menghasilkan berbagai implikasi.Kreativitas figural adalahkemampuan yang memunculkan ide-ideatau gagasan-gagasan baru melalui gambar yang dibuat. Kreativitas figural tidak ada hubungan dengan kemampuan menggambar stimulus figural tetapi lebih menekankan kepadakemampuan mencetuskan aspek-aspek dalam berpikirkreatif, kreativitas figural mengukur aspek kelancaran, keluwesan, orisinalitas dan elaborasi.

Tidak ada komentar: