Ada berbagai jenis tes inteligensi. Ada tes inteligensi untuk anak, ada tes inteligensi untuk orang dewasa. Ada yang diberikan secara individual, ada yang secara kelompok(Nur‟aeni, 2012). Ada yang diberikan secara lisan dan ada yang secara tertulis.Dalam kenyataannya, apa yang diukur oleh suatu tes inteligensi belum tentu sama dengan apa yang diukur tes inteligensi yang lain, sekalipun keduanya bermaksud mengukur inteligensi. Hal ini disebabkan karena ada kemungkinan landasan teori tentang inteligensi dari tes inteligensi
yang satu berbeda dengan landasan teori dari tes inteligensi yang lain. Ada kemungkinan juga dasar pengukuran yang digunakan berbeda.Sehubungan dengan apa yang diukur oleh tes inteligensi ada beberapa jenis tes inteligensi(Sternberg, 2000):a.Tes inteligensi umum yang bertujuan untuk memberikan gambaran umum yang mengenai taraf inteligensi umum dari seseorang.b.Tes inteligensi khusus yang hanya memberikan keterangan yang satu segiatau faktor yang spesifik dari inteligensi (tes bakat khusus)c.Tes inteligensi differensial yang memberikan gambaran mengenai kemampuan seseorang di dalam berbagai-bagai segi atau faktor inteligensi yang memungkinkan didapatnya profil atau gambaran segi-segi kekuatan dan kelemahan dari berfungsinya inteligensi seseorang.Dengan demikian jelas bahwa tes inteligensi yang biasanya dianggap hanya mengukur inteligensi umum, tidak demikian adanya.Tes inteligensi umum yang bertujuan memberikan gambaran tentang taraf inteligensi umum seseorang pada umumnya berdasarkan pada teori Spearman. Menurut Spearman (dalam Sternberg, 2000), pengukuran kemampuan umum yang terbaik adalah melalui persoalan-persoalan yang membutuhkan kemampuan menalar yang abstrak. Tes inteligensidefferensial memberikan keterangan tentang kemampuan di dalam satu atau berbagai segi atau faktor intilegensi yang pada umumnya di dasarkan pada teori.Berbeda dengan tes inteligensi umum yang hanya memberikan keterangan tentang taraf inteligensi umum, maka tes inteligensi differensial memungkinkan untuk mengukur segi atau faktor inteligensi yang bermacam-
macam sehingga dapat memperhatikan segi-segi kekuatan dan kelemahan dari berfungsinya inteligensi seseorang. Sehingga dapat dilihat bahwa si A kemampuan inteligensinya tinggi, tetapi kemampuan mengenai angka rendah. Si B kemampuan mengenai angka tinggi, kemampuan ingatannya juga tinggi, tetapi kemampuan verbalnya rendah.Di atas telah dikemukakan bahwa dasar pengukuran yang digunakan dapat berbeda-beda dari tes inteligensi yang satu dengan tes inteligensi yang lain. Misalnya tes inteligensi umum ada yang mendasarkan pengukurannya pada(Bartholomew, 2004):a.Usia mental (MA) = Mental Age.b.Skor atau nilai standar, berkisar 0 –60 dan 0 –100, dan sebagainya.c.IQ(Inteligensi Quotient)Uraian-uraian mengenai tes inteligensi di atas menunjukkan bahwa jenis tes inteligensi, landasan teori, serta dasar pengukuran tes inteligensi dapat berbeda dari tes inteligensi yang satu dengan tes inteligensi yang lain.Untuk mencegah kekeliruan penafsiran harus diketahui norma dari tes inteligensi yang digunakan dalam pengukuran tersebut untuk dapat mengetahui landasan teori beserta dasar pengukurannya.Beberapa jenis tes inteligensi antara lain(Daulay, 2016):a.Tes Binet Simonb.Tes WAIS (Wechsher Adult Intelligence Scale) dan WISC (Wechsher Inteligence Scale For Children)c.Tes Progressive Matrices (Coloured Progressve Matrices, Standard Progressive Matrices, dan Advance Progressve Matrices)
42d.CFIT (Culture Fair Inteligence Test) dari Cattel.e.TIKI (Tes Inteligensi Kolektif Indonesia)f.Tes mengambar orang dari Florence L Gooddenough, (DAM), dan lain sebagainya.Salah satu tes yang dapat digunakan untuk mengukurinteligensi adalahmelalui TesCFIT Culture Free Intelligence Test(CattelldanHorn, 1960). CFIT merupakan tesyang dikembangkan oleh Cattell, sebuah tesyang digunakan untuk mengukur intelegensi individu dalam suatu carayang direncanakan untuk mengurangi pengaruh,kecakapan verbal, iklim kebudayaan, dan tingkat pendidikan (Cattel dalam Kumara,1989), alasan dikembangkanya tesdikarenakan perbedaan kebudayaan dapat memperngaruhi performance test.CFITterdiri dari 3 bentuk yaitu: Skala 1 untuk anak usia 4 tahun –8 tahun, skala 2 untuk anak usia 8 tahun –13 tahun atau dewasa rata-rata, skala 3 untuk murid SMPke atas atau dewasa. Skala yang digunakan dalam pengukuran ini dengan mengunakan skala 2. Pemilihan skala 2 didasarkan pada kondisi siswa SMP yang berada pada rentang usia 8-13 tahun
Tidak ada komentar:
Posting Komentar