Semakin besar perbedaan antara laba fiskal dengan laba akuntansi
menunjukkan semakin besarnya diskresi manajemen. Besarnya diskresi
manajemen tersebut akan terefleksikan dalam beban pajak tangguhan dan mampu
digunakan untuk mendeteksi praktik manajemen laba pada perusahaan. Hal ini
juga sejalan dengan yang diungkapkan Yulianti (2014) yang menyatakan bahwa
semakin besar persentase beban pajak tangguhan terhadap total beban pajak
perusahaan menunjukkan pemakaian standar akuntansi yang semakin liberal.
Semakin liberalnya standar akuntansi yang digunakan berarti semakin banyak
asumsi dan judgement yang mengakibatkan besarnya laba secara akuntansi.
Penggunaan asumsi dan judgement dapat merupakan suatu usaha manajemen laba oleh manajemen perusahaan. Perbedaan yang timbul antara akuntansi pajak dan
komersial dapat menyediakan informasi tambahan bagi pengguna laporan
keuangan untuk menilai kualitas current earnings. Alasannya, karena peraturan
perpajakan lebih membatasi keleluasaan penggunaan diskresi dalam menghitung
penghasilan kena pajak, itulah yang menyebabkan selisih laba komersial dan laba
fiskal (book-tax gap) dapat menginformasikan tentang diskresi manajemen dalam
proses akrual.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar