Senin, 16 Mei 2022

Manajemen Laba (skripsi tesis dan disertasi)

Manajemen laba atau earning management menurut Scott (2003:369) mendefinisikan earning management sebagai ”the choice by a manager of accounting policies so as to achieve some specific objective” yang kurang lebih memiliki arti : pilihan yang dilakukan oleh manajer dalam menentukan kebijakan akuntansi untuk mencapai beberapa tujuan tertentu. Pola manajemen laba menurut Scott (2000) dilakukan dengan cara: 1. Taking a Bath Adalah pola manajemen laba yang dilakukan dengan cara menjadikan laba perusahaan peda periode berjalan menjadi sangat ektrim rendah (bahkan rugi) atau sangat ektrim tinggi dibandingkan dengan laba dalam periode sebelumnya atau sesudahnya. 2. Minimasi laba (income minimization) Adalah pola manajemen laba yang dilakukan dengan cara menjadikan laba pada periode keuangan berjalan lebih rendah daripada laba sesungguhnya. 3. Maksimisasi laba (income maximization) Adalah pola manajemen laba yang dilakukan dengan cara menjadikan laba pada laporan keuangan periode berjalan lebih tinggi daripada sesungguhnya. 4. Perataan laba (income smoothing) Adalah pola manajemen laba yang dilakukan dengan cara menjadikan laba pada laporan keuangan periode-periode tertentu menunjukkan fluktuasi   yang normal dalam rangka mencapai kecenderungan atau tingkat yang diinginkan. Teknik untuk merekayasa laba dapat dikelompokkan menjadi tiga kelompok (Setiawati dan Na’im, 2000). Pertama yaitu memanfaatkan peluang untuk membuat estimasi akuntansi, antara lain: estimasi tingkat piutang tak tertagih, estimasi kurun waktu depresiasi aktiva tetap atau amortisasi aktiva tak berwujud, estimasi biaya garansi. Kedua yaitu mengubah metode akuntansi. Perubahan metode akuntansi yang digunakan untuk mencatat suatu transaksi, contoh: mengubah metode depresiasi aktiva tetap yaitu dari metode depresiasi angka tahun ke metode depresiasi garis lurus. Ketiga yaitu menggeser periode biaya atau pendapatan, misalnya: mempercepat atau menunda pengeluaran untuk penelitian dan pengembangan sampai periode akuntansi berikutnya, mempercepat atau menunda pengeluaran promosi sampai periode akuntansi berikutnya, mempercepat atau menunda pengiriman produk ke pelanggan, menjual investasi sekuritas untuk memanipulasi tingkat laba, mengatur saat penjualan aktiva tetap yang sudah tidak dipakai.

Tidak ada komentar: