Manajemen laba atau earning management menurut Scott
(2003:369) mendefinisikan earning management sebagai ”the choice by a
manager of accounting policies so as to achieve some specific objective” yang
kurang lebih memiliki arti : pilihan yang dilakukan oleh manajer dalam
menentukan kebijakan akuntansi untuk mencapai beberapa tujuan tertentu.
Pola manajemen laba menurut Scott (2000) dilakukan dengan cara:
1. Taking a Bath
Adalah pola manajemen laba yang dilakukan dengan cara menjadikan laba
perusahaan peda periode berjalan menjadi sangat ektrim rendah (bahkan
rugi) atau sangat ektrim tinggi dibandingkan dengan laba dalam periode
sebelumnya atau sesudahnya.
2. Minimasi laba (income minimization)
Adalah pola manajemen laba yang dilakukan dengan cara menjadikan laba
pada periode keuangan berjalan lebih rendah daripada laba sesungguhnya.
3. Maksimisasi laba (income maximization)
Adalah pola manajemen laba yang dilakukan dengan cara menjadikan laba
pada laporan keuangan periode berjalan lebih tinggi daripada
sesungguhnya.
4. Perataan laba (income smoothing)
Adalah pola manajemen laba yang dilakukan dengan cara menjadikan laba
pada laporan keuangan periode-periode tertentu menunjukkan fluktuasi yang normal dalam rangka mencapai kecenderungan atau tingkat yang
diinginkan.
Teknik untuk merekayasa laba dapat dikelompokkan menjadi tiga
kelompok (Setiawati dan Na’im, 2000). Pertama yaitu memanfaatkan peluang
untuk membuat estimasi akuntansi, antara lain: estimasi tingkat piutang tak
tertagih, estimasi kurun waktu depresiasi aktiva tetap atau amortisasi aktiva tak
berwujud, estimasi biaya garansi. Kedua yaitu mengubah metode akuntansi.
Perubahan metode akuntansi yang digunakan untuk mencatat suatu transaksi,
contoh: mengubah metode depresiasi aktiva tetap yaitu dari metode depresiasi
angka tahun ke metode depresiasi garis lurus. Ketiga yaitu menggeser periode
biaya atau pendapatan, misalnya: mempercepat atau menunda pengeluaran untuk
penelitian dan pengembangan sampai periode akuntansi berikutnya, mempercepat
atau menunda pengeluaran promosi sampai periode akuntansi berikutnya,
mempercepat atau menunda pengiriman produk ke pelanggan, menjual investasi
sekuritas untuk memanipulasi tingkat laba, mengatur saat penjualan aktiva tetap
yang sudah tidak dipakai.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar