Senin, 16 Mei 2022

Kawasan Karst (skripsi tesis dan disertasi)

Karst Kabupaten Gunungkidul merupakan bentuk lahan karst dewasa yang dicirikan oleh perbukitan dan lembah-lembah yang dalam serta dijumpai banyak rekahan berupa gua atau luweng. Kondisi ini menjadi keunikan yang tidak dijumpai di karst lainnya setidaknya di Asia Tenggara. Ford dan Williams (1989) mendefinisikan karst sebagai medan dengan kondisi hidrologi yang
khas sebagai akibat dari batuan yang mudah larut dan mempunyai porositas sekunder yang berkembang baik. Karst dicirikan oleh terdapatnya cekungan tertutup dan atau lembah kering dalam berbagai ukuran dan bentuk, langkanya atau tidak terdapatnya drainase atau sungai permukaan, dan terdapatnyagua dari sistem drainase bawah tanah. Beragam dasar klasifikasi karst dilakukan oleh para ahli, morfologi karst Gunungkidul yang meliputi kombinasi dari bentukan negatif berupa dolin, uvala, polje, dan bentukan positif berupa tower, labirin, dan polygonal. Dolinmerupakan cekungan tertutup berbentuk bulat atau lonjong dengan diameter beberapa meter hingga lebih kurang satu kilometer menurut Ford dan Williams dalam Kusumayudha (2005). Uvala (compound sinks) merupakan cekungan berbentuk lonjong atau memanjang yang merupakan gabungan dari dolin-dolin(Sweeting, 1972; White, 1988; dalam Kusumayudha, 2005). Uvalaterbentuk pada perkembangan karst yang lebih lanjut dengan bentuk yang tidak teratur dan berdiamater pada umumnya 500 – 1000 m serta kedalaman 100 – 200 m (Sweeting, 1972). Uvala di Kabupaten Gunungkidul membentuk pola berkelok nampak sebagai alur lembahbercabang (Kusumayudha, 2005).Polje merupakan depresi tertutup yang luas (Kusumayudha, 2005). Polje memuat kriteria sebagai berikut menurut Gams dalam
Haryono (2008) adalah lantai datar, dapat berupa batuan dasar atau sedimen lepas seperti aluvium; cekungan tertutup dengan lereng terjal paling tidak pada salah satu sisinya; dan mempunyai drainase karst. Lebar dari lembah datar paling sedikit 400 m, tetapi hal ini masih belum pasti. Cvijic dalam Haryono (2008) mengambil satu km sebagai batas terendah. Kenyataannya, polje mempunyai ukuran yang beragam. Karst tower mengandung dua pengertian, yaitu bahwa tower karst haruslah mempunyai dinding yang vertikal dan terjal (White, 1988; Trudgill, 1985). Karst tower adalah tidak harus berdinding terjal dan tinggi, tetapi munculnya keberadaan bukit-bukit sisa di tengah-tengah lembah-lembah dengan luasan lembah yang lebih luas daripada luasan wilayah bukit karst (Ford dan Williams, 1989). Karst labirin merupakan karst yang dicirikan oleh koridor atau ngarai memanjang yang terkontrol oleh kekar atau sesar. Morfologi karst tersusun oleh blok-blok batu gamping yang dipisahkan satu sama lain oleh ngarai atau koridor karst. Karst tipe ini terbentuk karena pelarutan jauh lebih intensif di jalur sesar dan patahan. Karst Poligonal (kagel/sinusoidal) dicirikan oleh dolinatau cekungan-cekungan yang berhubungan antara satu dengan yang lain. Apabila di sela antar bukit kerucut membentuk cekungan tertutup dengan bentuk seperti bintang, maka dikenal sebagai kockpit

Tidak ada komentar: