Berdasarkan penelitian yang dilakukan oleh Watts and Zimmerman (1986),
secara empiris membuktikan bahwa hubungan prinsipal dan agen sering
ditentukan oleh angka akuntansi. Hal ini memacu agen untuk memikirkan
bagaimana angka akuntansi tersebut dapat digunakan sebagai sarana untuk
memaksimalkan kepentingan.salah satu bentuk tindakan agen tersebut adalah
manajemen laba (Ma ruf, 2006).
Menurut Scott (2003) terdapat berbagai motivasi
perusahaan melakukan manajemen laba, yaitu:
1.Other Contractual Motivations
Secara umum untuk memenuhi kewajiban-kewajiban kontraktual, termasuk
perjanjian hutang (debts covenants).
2.To Communicate Information To investors
Investor akan melihat kebijakan akuntansi yang dipilih ketika mengevaluasi
dan membandingkan laba.
3.Political Motivations
Untuk mengurangi biaya politis dan pengawasan dari pemerintah, untuk
memperoleh kemudahan dan fasilitas pemerintah seperti subsidi dan perlindungan
dari pesaing luar negeri, untuk meminimalkan tuntutan serikat buruh, yang
dilakukan dengan cara menurunkan laba.
4.Taxation Motivations
Manajemen laba dilakukan untuk tujuan penghematan pajak, yaitu dengan
cara memperkecil perolehan laba sehingga mengakibatkan apa yang dibayarkan
kepada pemerintah juga lebih kecil dari yang seharusnya.
5.Changes of Chief Executive Officer (CEO)
CEO yang mendekati akhir jabatannya, cenderung melakukan income
maximation untuk meningkatkan bonus mereka.
6.Initial Public Offerings (IPO)
Perusahaan yang akan melakukan penawaran saham perdana (IPO),
cenderung melakukan income increasing untuk menarik calon investor
Tidak ada komentar:
Posting Komentar