Teori ini merupakan teori yang paling tua mengenai inflasi, namun
masih sangat berguna untuk menerangkan proses inflasi di era modern ini,
terutama di negara-negara yang sedang berkembang. Teori ini menyoroti proses
inflasi dari jumlah uang yang beredar dan psikologi (harapan) masyarakat
mengenai kenaikan harga-harga (expectations).
Inti dari teori ini dapat diuraikan sebagai berikut:
1) Inflasi hanya bisa terjadi apabila ada penambahan volume uang yang beredar
(baik berupa uang kartal maupun giral). Tanpa ada kenaikan jumlah uang yang
beredar, kejadian, seperti; kegagalan panen, hanya akan menaikan harga-harga
untuk sementara waktu saja.
2) Laju inflasi ditentukan oleh laju pertambahan jumlah uang beredar dan oleh
psikologi (harapan) masyarakat mengenai kenaikan harga-harga di masa
mendatang. Dalam hal ini, ada tiga kemungkinan yaitu; pertama, bila
masyarakat tidak (belum) mengharapkan harga-harga untuk naik pada periode
mendatang. Kedua, masyarakat mulai sadar (berdasarkan pengalaman/ data
historis sebelumnya) bahwa akan ada inflasi. Ketiga, masyarakat sudah
kehilangan kepercayaan terhadap nilai mata uang dan kemungkinan ketiga ini
terjadi pada tahap inflasi memasuki hiperinflasi.
Jumat, 15 April 2022
Teori Kuantitas (skripsi tesis dan disertasi)
Langganan:
Posting Komentar (Atom)
Tidak ada komentar:
Posting Komentar