Jumat, 15 April 2022

Teori Kuantitas (skripsi tesis dan disertasi)


Teori kuantitas merupakan teori yang paling tua mengenai inflasi,
namun teori ini masih sangat berguna untuk menerangkan proses inflasi di
jaman yang modern ini, terutama di negara – negara yang sedang
berkembang. Teori kuantitas ini menyoroti peranan dalam inflasi dari
(Boediono, 1998: 167-169) :
a. Jumlah uang yang beredar
Inflasi hanya bisa terjadi kalau ada penambahan volume
uang yang beredar, tanpa ada kenaikan jumlah uang yang beredar.
Kejadian seperti ini misalnya, kegagalan panen, hanya akan
menaikkan harga – harga untuk sementara waktu saja. Bila jumlah
uang tidak ditambah, inflasi akan berhenti dengan sendirinya,
apapun sebab-musababnya awal dari kenaikan harga – harga
tersebut.
b. Psikologi (expectations) masyarakat mengenai harga – harga
Laju inflasi ditentukan oleh laju pertambahan jumlah uang
yang beredar dan oleh psikologi (harapan) masyarakat mengenai
harga-harga di masa mendatang. Ada 3 kemungkinan keadaan,
keadaan yang pertama adalah bila masyarakat tidak (atau belum)
mengharapkan harga – harga untuk naik pada bulan – bulan
mendatang. Kedua adalah dimana masyarakat (atas dasar
pengalaman di bulan – bulan sebelumnya) mulai sadar bahwa ada
inflasi. Dan yang ketiga terjadi pada tahap inflasi yang lebih parah
yaitu tahap hiperinflasi, pada tahap ini orang – orang sudah
kehilangan kepercayaan terhadap nilai mata uang. Hiperinflasi ini
pernah terjadi di Indonesia selama periode 1961 – 1966.

Tidak ada komentar: