Teori Keynes mengenai inflasi didasarkan atas teori makronya, dan
menyoroti aspek lain dari inflasi (Boediono, 1998: 170-171). Menurut
teori ini, inflasi terjadi karena suatu masyarakat ingin hidup diluar batas
kemampuan ekonominya. Proses inflasi, menurut pandangan ini, tidak lain
adalah proses perebutan bagian rejeki diantara kelompok – kelompok
sosial yang menginginkan bagian yang lebih besar daripada yang bisa
disediakan oleh masyarakat tersebut. Proses perebutan ini akhirnya
diterjemahkan menjadi keadaan dimana permintaan masyarakat akan
barang – barang selalu melebihi jumlah barang – barang yang tersedia
(timbulnya apa yang disebut inflationary gap).
Inflationary gap timbul karena adanya golongan – golongan
masyarakat tersebut berhasil menerjemahkan aspirasi mereka menjadi
permintaan yang efektif akan barang – barang. Dengan kata lain, mereka
berhasil memperoleh dana untuk mengubah aspirasinya menjadi rencana
pembelian barang – barang yang didukung dengan dana. Golongan
masyarakat seperti ini mungkin adalah pemerintah sendiri, yang berusaha
memperoleh bagian yang lebih besar dari output masyarakat dengan jalan
menjalankan defisit dalam anggaran belanjanya yang dibiayai dengan
mencetak uang baru. Golongan tersebut mugkin juga pengusaha –
pengusaha swasta yang menginginkan untuk investasi – investasi baru dan
memperoleh dana pembiayaannya dari kredit dari bank. Golongan tersebut
biasa pula serikat buruh yang berusaha memperoleh kenaikan gaji bagi
anggota – anggotanya melebihi kenaikan produktifitas buruh.
Jumat, 15 April 2022
Teori Keynes (skripsi tesis dan disertasi)
Langganan:
Posting Komentar (Atom)
Tidak ada komentar:
Posting Komentar