Kamis, 28 April 2022

Teori Keputusan (Single Person) (skripsi dan tesis)

Menurut Rahmawati(2012), teori ini merupakan dasar untuk memahami bagaimana individu-individu membuat sebuah keputusan yang rasional dibawah kondisi ketidakpastian. Teori ini memungkinkan seseorang untuk mengapresiasi konsep informasi, yang memungkinkan pembuatan-pembuatan keputusan untuk memperkuat keyakinan-keyakinan subjektif mereka tentang imbalan-imbalan (payofft)dimasa datang akibat keputusan-keputusan mereka (Suhairi, 2017)Menurut Hanssen teori keputusan dibagi menjadi dua, yaitu : (1) teori keputusan normatif yaitu teori tentang bagaimana keputusan seharusnya dibuat berdasarkan prinsip rasionalitas, dan (2) teori keputusan deskriptif yaitu teori tentang bagaimana keputusan secara faktual dibuat.Keputusan tidaklah secara tiba-tiba terjadi, melainkan melalui beberapa tahapan proses. Condorcet membagi proses pembuatan keputusan menjadi tiga tahap yang antara lain : proses mengusulkan prinsip dasar bagi pengambilan keputusan, proses mengeliminasi pilihan-pilihan yang tersedia menjadi pilihan yang paling memungkinkan, serta proses pemilihan pilihan dan mengimplementasikan pilihan (Hanssen : 2009 : 54).Teori keputusan Single Person berpandangan bahwa seseorang harus membuat keputusan-keputusan dalam kondisi ketidakpastian. Teori ini menganggap bahwa probabilitas kondisi tidak lagi objektif seperti dalam kondisi ideal, dan menetapkan suatu prosedur formal dimana seseorang bisa membuatkeputusan terbaik, dengan pemilihan dari suatu set alternatif-alternatif. Proseder-prosedur tersebut memerlikan tambahan informasi yang harus diperoleh untuk merevisi penelaian subjektif pembuat keputusan tentang probabilitas apa yang
 
 
mungkin terjadi setelah keputusan dibuat (yakni probabilitas kondisi-state of nature) (Rahmawati, dalam Suhairi 2017 ).Dalam teori keputusan tentang konsep seseorang rasional berarti bahwa dalam pembuat keputusan, tindakan yang dipilih adalah yang menghasilkan utilitas (kepuasan) harapan yang tertinggi (pemilihan tindakan yang memaksimumkan utilitas (kepuasan) harapan adalah suatu konsekuensi dari rasionalitas, bukan rasionalitas itu sendiri). Seseorang akan mencari informasi tambahan yang relevan dengan keputusan, mempergunakannya untuk merevisi probabilitas keadaan dengan alat teori Bayes (Rahmawati, dalam Suhairi 2017 ).Pada setiap pembuatan keputusan, seorang individu dapat bersifat terbuka maupun bersifat tertutup dalam menentukan pilihan keputusan. Seorang individu yang bersifat terbuka, tidak akan membatasi pilihan dan seringkali menambahkan pilihan baru diluar pilihan yang telah ada. Disisi lain, seorang individu yang bersifat tertutup tidak akan menambah pilihan yang telah ada. Di kehidupan nyata kemungkinan pilihan terbuka lebih sering terjadi. Seseorang akan mengambil keputusan dikarenakan dimana suatu keadaan yang mengharuskan individu mengambil suatu tindakan untuk memenuhi kebutuhan individu itu sendiri. Seseorang harus menyesuaikan diri dengan keadaan lingkungan agar tetap bertahan. Maka dari itu seseorang harus mengambil keputusan yang tepat untuk dapat bertahan dan menyesuaikan diri lingkungan

Tidak ada komentar: