Jumat, 15 April 2022

Teori Cambridge (Marshall-Pigou) (skripsi tesis dan disertasi)


Teori Cambridge, seperti halnya dengan teori Fisher (kuantitas
uang) dan teori – teori klasik lainnya yang berpokok pangkal pada fungsi
uang sebagai alat tukar umum (means of exchange) (Boediono, 1998: 23–
24). Karena itu, teori – teori klasik termasuk teori cambridge dan teori
fisher melihat kebutuhan uang atau permintaan akan uang dari masyarakat
sebagai kebutuhan akan alat likuid untuk tujuan transaksi.
Perbedaan utama antara teori Cambridge dan teori Fisher, terletak
pada tekanan dalam teori permintaan uang Cambridge pada perilaku
individu dalam mengalokasikan kekayaannya antara berbagai
kemungkinan bentuk kekayaan, yang salah satunya bisa berbentuk uang.
Perilaku ini dipengaruhi oleh pertimbangan untung rugi dari pemegangan
kekayaan dalam bentuk uang adalah karena uang mempunyai sifat likuid 
sehingga dengan mudah bisa ditukarkan dengan barang lain. Uang
dipegang atau diminta oleh seseorang karena sangat mempermudah
transaksi atau kegiatan – kegiatan ekonomi lain dari orang tersebut. Jadi
berbeda dengan teori Fisher yang menekan bahwa permintaan akan uang
semata – mata merupakan proporsi konstan dalam volume transaksi yang
dipengaruhi oleh faktor – faktor kelembagaan yang konstan, teori
Cambridge lebih menekankan faktor – faktor perilaku (pertimbangan
untung rugi) yang menghubungkan antara permintaan akan uang seseorang
dengan transaksi yang direncanakan. 

Tidak ada komentar: