Inflasi yang terjadi di Indonesia lebih sering disebabkan oleh adanya
faktor struktur ekonomi daripada monetary polices sehingga lebih banyak
pengaruh yang ditimbulkan dari cost push inflation dibandingkan dengan
demand pull inflation.
Inflasi yang terjadi di Indonesia selalu berlangsung dalam jangka
panjang sehingga dalam mengatasi masalah inflasi, pemerintah tidak hanya
melihat dari sisi monetary polices-nya saja tetapi juga harus dapat melihat
dari hambatan-hambatan struktural yang ada.
Pada tahun 1987 saat terjadi krisis moneter, inflasi di Indonesia dipicu
oleh adanya kenaikan harga komoditi impor (imported inflation) dan
membengkaknya hutang luar negeri akibat dari terdepresiasinya nilai tukar
rupiah terhadap dolar Amerika dan mata uang asing lainnya. Sehingga dari
sisi monetary polices pemerintah melakukan tight money policy dengan cara
menaikkan tingkat suku bunga SBI (melalui open market mechanism)
dengan sangat tinggi. Harapannya selain dapat menarik minat para
pemegang valuta asing untuk menginvestasikan modalnya ke Indonesia
melalui deposito, juga dapat menstabilkan tingkat harga umum. Sementara
itu dari sisi hambatan-hambatan struktural perekonomian, pemerintah
melakukan peningkatan pada penawaran bahan pangan, mengurangi defisit
APBN, meningkatkan cadangan devisa, serta memperbaiki dan
meningkatkan kemampuan sisi penawaran agregat. Sehingga antara sisi
monetary polices dan faktor struktur ekonomi dapat di seimbang secara
bersamaan.
Jumat, 15 April 2022
Pengendalian Inflasi di Indonesia (skripsi tesis dan disertasi)
Langganan:
Posting Komentar (Atom)
Tidak ada komentar:
Posting Komentar