Jumat, 15 April 2022

Efek Inflasi (skripsi tesis dan disertasi)


Menurut Nopirin (1987), efek inflasi disebabkan oleh distribusi
pendapatan, alokasi faktor produksi serta produk nasional.
Efek terhadap pendapatan (equity effect) memiliki sifat yang tidak
merata dimana adanya inflasi dapat mendatangkan kerugian dan dapat pula
mendatangkan keuntungan. Inflasi jenis ini akan mendatangkan kerugian
bagi mereka yang memiliki pendapatan tetap, memupuk kekayaan dalam
bentuk uang kas, serta bagi sebagian pihak yang memberikan pinjaman uang
lebih rendah daripada laju inflasi. Sementara inflasi ini akan mendatangkan
keuntungan bagi mereka yang memperoleh kenaikan pendapatan lebih besar
daripada laju inflasi atau bagi mereka yang memiliki kekayaan selain bentuk
uang dengan persentase yang lebih besar daripada laju inflasi. Inflasi ini
seakan-akan merupakan pajak bagi seseorang dan merupakan subsidi bagi
orang lain.
Sedangkan efek terhadap efisiensi (efficiency effect) dapat
menyebabkan perubahan pada faktor-faktor produksi. Dimana ketika terjadi
kenaikan permintaan barang, maka akan mendorong terjadi perubahan
dalam produksi barang tertentu. Kenaikan produksi barang ini akan merubah
pola alokasi faktor produksi yang sudah ada. Memang tidak ada jaminan
bahwa alokasi faktor produksi itu lebih efisien dalam keadaan tidak ada
inflasi. Tetapi kebanyakan ahli ekonomi berpendapat bahwa inflasi dapat
menyebabkan alokasi faktor produksi menjadi tidak efisien.
Untuk efek terhadap output (output effect) sendiri intensitasnya
berbeda-beda, tergantung dari apakah inflasi tersebut dibarengi dengan
kenaikan produksi dan pekerja ataukah tidak. Ketika produksi barang naik,
maka kenaikan produksi dapat sedikit banyak mengerem laju inflasi.
Sementara ketika ekonomi mendekati kesempatan kerja penuh (fullemployment), maka intensitas efek inflasi akan semakin besar. Inflasi dalam
keadaan kesempatan kerja penuh disebut juga inflasi murni (pure inflation).

Tidak ada komentar: