Senin, 07 Maret 2022

Perkiraan Debit Puncak Banjir Tahunan Rata-rata (Mean Annual Flood = MAF) (skripsi tesis dan disertasi)

 

Untuk menghitung debit banjir maksimum yang dapat diharapkan terjadi pada tingkat peluang atau periode ulang tertentu. Perhitungannya berdasarkan data debit puncak banjir maksimum tahunan hasil pengamatan dalam periode waktu yang cukup lama, minimal 10 tahun data runtut waktu.

Untuk mendapatkan debit puncak banjir pada periode ulang tertentu, maka dapat dikelompokkan menjadi dua tahap perhitungan :

  1. Perhitungan debit puncak banjir tahunan rata-rata (Mean Annual Flood = MAF),
  2. Penggunaan faktor pembesar (Growth faktor = GF) terhadap nilai MAF, untuk menghitung debit puncak banjir sesuai dengan periode ulang yang diinginkan.

Perkiraan debit puncak banjir tahunan rata-rata, berdasarkan data dari suatu DPS, dengan ketentuan :

  1. Apabila tersedia data debit, minimal 10 tahun data runtut waktu, maka MAF dihitung berdasarkan data serial debit puncak banjir tahunan.
  2. Apabila tersedia data debit, kurang 10 tahun data runtut waktu, maka MAF dihitung berdasarkan metode puncak banjir diatas ambang (Peak Over a Threshold = POT).
  3. Apabla dari DPS tersebut, belum tersedia data debit, maka MAF ditentukan dengan persamaan regresi, berdasarkan data luas DPS, rata-rata tahunan dari curah hujan terbesar dalam satu hari, kemiringan sungai, dan indeks dari luas genangan seperti luas danau, genangan air, waduk.

Dari nilai MAF tersebut, berdasarkan nilai faktor pembesar (GF), maka dapat diperhitungkan debit puncak banjir terbesar yang dapat diharapkan dapat terjadi. Apabila data serial debit puncak banjir kurang dari 20 tahun, maka untuk menentukan MAF dari suatu DPS, diperlukan minimal dua metode, tergantung data yang tersedia. Hal ini dimaksudkan untuk menentukan nilai MAF yang logis terhadap suatu DPS. Penentuan MAF, seringkali masih memerlukan pertimbangan-pertimbangan logis, ketelitian dan pengalaman. kalau perlu dilakukan pengukuran dan pengecekan lapangan untuk menentukan luas tampang penampang sungai, kecepatan aliran, batas ketinggian aliran melimpah dan frekuensi kejadiannya.

Parameter-parameter yang paling berpengaruh dalam menentukan MAF adalah :

  1. Luas daerah aliran (Km2)
  2. Rata-rata tahunan dari hujan tahunan terbesar di daerah aliran (mm),
  3. Indeks kemiringan (m/Km)

Perhitungan debit puncak banjir tahunan rata-rata (MAF) dapat dilakukan dengan tiga metode, yaitu :

  1. Serial data (data series)
  2. POT (Peak Over a Threshold series),
  3. Persamaan Regresi (Regression equation).

Tidak ada komentar: