Senin, 07 Maret 2022

Penentuan tipologi kawasan rawan letusan gunung berapi (skripsi tesis dan disertasi)

 

Penetapan kawasan rawan letusan gunung berapi didasarkan pada hasil pengkajian terhadap daerah yang diindikasikan berpotensi bencana atau lokasi yang diperkirakan akan terjadi bencana. Pengkajian untuk menetapkan apakah suatu kawasan dinyatakan rawan terhadap letusan gunung berapi dilakukan sekurangkurangnya dengan menerapkan 3 (tiga) disiplin ilmu  atau bidang studi yang berbeda. Geologi,  teknik sipil, dan vulkanologi adalah disiplin ilmu yang paling sesuai untuk kepentingan ini. Ahli geologi mengkaji struktur tanah, jenis batuan, dan tata air tanah (makro), ahli teknik sipil mengkaji kelerengan dan kemantapan tanah (mikro), sedangkan ahli vulkanologi mengkaji jenis-jenis gunung berapi dan seberapa besar potensi letusan serta gempa bumi. Kajian-kajian tersebut saling melengkapi dalam penetapan kawasan rawan letusan gunung berapi.

Berdasarkan informasi geologi dan tingkat risiko letusan gunung berapi, tipologi kawasan rawan letusan gunung berapi dapat dibedakan menjadi 3 (tiga) tipe sebagai berikut:

  1. Tipe A
    • Kawasan yang berpotensi terlanda banjir lahar dan tidak menutup kemungkinan dapat terkena perluasan awan panas dan aliran lava. Selama letusan membesar, kawasan ini berpotensi tertimpa material jatuhan berupa hujan abu lebat dan lontaran batu pijar.
    • Kawasan yang memiliki tingkat risiko rendah (berjarak cukup jauh dari sumber letusan, melanda kawasan sepanjang aliran sungai yang dilaluinya, pada saat terjadi bencana letusan, masih memungkinkan manusia untuk menyelamatkan diri, sehingga risiko terlanda bencana masih dapat dihindari).

 

  1. Tipe B
    • Kawasan yang berpotensi terlanda awan panas, aliran lahar dan lava, lontaran atau guguran batu pijar, hujan abu lebat, hujan lumpur (panas), aliran panas dan gas beracun.
    • Kawasan yang memiliki tingkat risiko sedang (berjarak cukup dekat dengan sumber letusan, risiko manusia untuk menyelamatkan diri pada saat letusan cukup sulit, kemungkinan untuk terlanda bencana sangat besar)

 

  1. Tipe C
    • Kawasan yang sering terlanda awan panas, aliran lahar dan lava, lontaran atau guguran batu (pijar), hujan abu lebat, hujan lumpur (panas), aliran panas dan gas beracun. Hanya diperuntukkan bagi kawasan rawan letusan gunung berapi yang sangat giat atau sering meletus.
    • Kawasan yang memiliki risiko tinggi (sangat dekat dengan sumber letusan. Pada saat terjadi aktivitas magmatis, kawasan ini akan dengan cepat terlanda bencana, makhluk hidup yang ada di sekitarnya tidak mungkin untuk menyelamatkan diri).

Tidak ada komentar: