Senin, 07 Maret 2022

Metode CPM (Critical Path Method) (skripsi tesis dan disertasi)

 

CPM membuat asumsi bahwa waktu kegiatan diketahui pasti, hingga hanya diperlukan satu faktor waktu untuk tiap kegiatan. Pada CPM dipakai cara “deterministik”, yaitu memakai satu angka estimasi. Jadi, disini kurun waktu untuk menyelesaikan pekerjaan dianggap diketahui, kemudian pada tahap berikutnya, diadakan pengkajian lebih lanjut untuk memperpendek kurun waktu, misalnya dengan menambah biaya atau time cost trade-off atau crash program.

( Heizer dan Render, 2006 ).

              Sedangkan menurut Eddy Herjanto (2003), lintasan kritis merupakan lintasan dengan jumlah waktu yang paling lama dibandingkan dengan semua lintasan lain yang mungkin. Jumlah waktu pada lintasan kritis sama dengan umur proyek.

              Jay Heizer dan Barry Render (2005) menuruturkan bahwa dalam proses identifikasi jalur kritis, terdapat beberapa notasi-notasi yang digunakan dalam CPM yaitu ; 

  1. Mulai terdahulu (earliest start – ES), adalah waktu terdahulu suatu kegiatan dapat dimulai, dengan asumsi semua pendahulu sudah selesai.
  2. Selesai terdahulu (earliest finish – EF) adalah waktu terdahulu suatu kegiatan dapat selesai
  3. Mulai terakhir (latest start – LS) adalah waktu terakhir suatu kegiatan dapat dimulai sehingga tidak menunda waktu penyelesaian keseluruhan proyek.

Tidak ada komentar: