Analisis frekuensi adalah analisis berulangnya suatu peristiwa baik jumlah frekuensi persatuan waktu, maupun periode ulangnya. Kualitas data dan panjang pengamatan sangat menentukan hasil analisis yang dilakukan, karena perbedaan panjang data yang digunakan untuk analisis memberikan penyimpangan yang cukup berarti untuk perkiraan hujan dengan kala ulang tertentu. Makin pendek data yang digunakan makin besar penyimpangan yang terjadi. Penyimpangan yang terjadi akibat kerapatan jaringan pengukur hujan, makin kecil kerapatan stasiun hujan akan terjadi penyimpangan yang besar pula. Persamaan dasar analisis frekuensi banjir adalah :
Rumus :
QT = Q + KT . σ
Dengan :
QT = Banjir Rancangan Kala Ulang T tahun.
Q = Debit Rerata Data.
kT = Faktor frekuensi
σ = Standar Deviasi
Analisis frekuensi merupakan terapan statistika probabilitas. Kala ulang merupakan cerminan tingkat resiko, semakin penting suatu bangunan harus semakin kecil resiko kegagalannya, semakin tinggi kala Ulang yang dipilih. Data yang harus tersedia adalah catatan banjir maksimum untuk jangka yang cukup panjang yaitu : banjir maksimum tahunan dan banjir di atas ambang atas.
Prosedur hitungan dapat dilakukan sebagai berikut :
- Disiapkan data untuk analisis yaitu data aliran tahunan,
- Dihitung parameter statistik data,
- Berdasarkan parameter statistik ditetapkan sebaran yang sesuai,
- Dihitung faktor frekuensi (kT),
- Dihitung banjir rancangan (QT).
Tidak ada komentar:
Posting Komentar