Sabtu, 26 Februari 2022

Pemanfaatan Limbah Ternak (skripsi, tesis, dan disertasi)

 

Limbah ternak berupa feses dan urine dapat dimanfaatkan sebagai pupuk oleh sebagian besar petani ternak. Pemanfaatan sebagai pupuk biasanya dilakukan tanpa adanya pengolahan terlebih dahulu (pengomposan). Pemanfaatan limbah ternak sebagai pupuk secara langsung akan menimbulkan panas yang mengganggu pertumbuhan tanaman sehingga hasil yang diperoleh kurang optimal (Parnata, 2004).

Peningkatan pemanfaatan limbah ternak dapat dilakukan dengan pengolahan limbah ternak sebagai kompos dan instalasi biogas. Pengomposan merupakan proses terkendali penguraian hayati limbah secara biologi dengan bentuk akhir dari bahan hayati yang telah mengalami pembusukan (Anon., 2003). Kompos digunakan sebagai bahan tambahan dalam membantu memperbaiki struktur tanah dan kinerja tanah karena dapat meningkatkan kegemburan tanah dan memperbesar kemampuan tanah menyimpan air dan unsur hara tanah (Anon., 2007).

Instalasi biogas adalah pengolahan limbah ternak dengan fermentasi sehingga diperoleh gas sebagai bahan bakar, pupuk organik padat dan pupuk organik cair dari sisa fermentasi dalam digester biogas (Harapan et al., 1978). Pengolahan limbah ternak sebagai biogas dapat mengurangi pencemaran akibat penumpukan feses. Diversifikasi hasil yang diperoleh dari pengolahan limbah organik ternak dapat berupa bahan bakar biogas dan pupuk organik (padat dan cair). Pada saat ini ketika harga bahan bakar minyak naik akibat meningkatkan harga minyak dunia dan kelangkaan ketersediaannya, maka pemanfaatan kotoran ternak sebagai bahan baku penghasil biogas bisa menjadi salah satu alternatif (Harahap et al., 1978)

Tidak ada komentar: