Selasa, 22 Februari 2022

Manajemen Stratejik (skripsi, tesis, dan disertasi)

            Menurut Chandler dalam Kuncoro (2006), strategi adalah penentuan tujuan dan sasaran jangka panjang perusahaan, diterapkannya aksi dan alokasi sumber daya yang dibutuhkan untuk mencapai tujuan yang telah ditetapkan.  Strategi suatu perusahaan terdiri dari berbagai tindakan kompetitif dan pendekatan bisnis yang dijalankan oleh manajer untuk dapat menarik dan memuaskan pelanggan, menjalankan kegiatan operasional, meningkatkan bisnis perusahaan, dan mencapai tujuan perusahaan (Thomson et al., 2010).

            Manajemen stratejik terdiri dari analisis, keputusan, dan aksi yang diambil organisasi untuk menciptakan dan mempertahankan keunggulan kompetitif (Kuncoro, 2006). Oleh sebab itu, setiap perusahaan perlu memiliki manajemen stratejik guna meraih tujuan perusahaan. Perumusan rencana stratejik menurut Pierce dan Robinson (2005), dapat dikelompokan ke dalam tujuh langkah yaitu:

  1. Memformulasikan misi, arah, tujuan, filosofi perusahaan.
  2. Membentuk profil perusahaan yang mencerminkan kondisi internal dan kemampuan perusahaan.
  3. Akses terhadap lingkungan eksternal termasuk faktor persaingan.
  4. Melakukan analisis terhadap pilihan-pilihan yang dimiliki dengan menyesuaikan sumber daya perusahaan dengan lingkungan eksternal.
  5. Mengidentifikasi pilihan yang tepat dengan melakukan evaluasi terhadap setiap pilihan yang sesuai dengan misi perusahaan.
  6. Menentukan tujuan jangka panjang perusahaan dan strategi utamanya untuk mencapai pilihan tersebut.
  7. Menentukan tujuan jangka pendek dan tahunan yang sesuai dengan tujuan jangka panjang dan strategi utama yang diterapkan.
  8. Implikasi strategi yang dipilih.
  9. Evaluasi strategi sebagai masukan untuk membuat keputusan di masa depan.

            Proses manajemen stratejik dapat dilihat sebagai suatu proses yang meliputi sejumlah tahapan yang saling berkaitan dan berurutan. Menurut David (2009), proses manajemen stratejik umumnya dibagi menjadi tiga tahapan, yaitu:

  1. Perumusan strategi

Perumusan strategi mencakup pengembangan visi dan misi, identifikasi peluang dan ancaman eksternal perusahaan, identifikasi kekuatan dan kelemahan internal perusahaan, penetapan tujuan jangka panjang, pencarian strategi alternatif yang akan digunakan hingga pemilihan strategi tertentu yang akan digunakan untuk mencapai tujuan.

  1. Penerapan strategi

Penerapan strategi merupakan tahapan aksi dari strategi yang sudah dipilih untuk mencapai tujuan organisasi. Tahapan ini membutuhkan kerjasama yang kuat dan koordinasi yang baik antara seluruh karyawan baik tingkatan manajer dan staf. Penerapan strategi membutuhkan displin, komitmen, dan pengorbanan dari pihak-pihak dalam perusahaan karena tahapan ini merupakan tahapan yang paling sulit dalam manajemen stratejik.

  1. Penilaian strategi

Penilaian strategi merupakan tahapan terakhir dari manajemen stratejik. Penilaian stratejik merupakan cara yang paling tepat untuk menilai apakah strategi yang diterapkan sudah berjalan dengan baik atau tidak. Faktor eksternal dan internal perusahaan yang selalu berubah dari waktu ke waktu memungkinkan perusahaan untuk menganti strategi yang diterapkan saat ini apakah sudah sesuai atau tidak.

            Aktivitas evaluasi strategi terdiri dari tiga bagian yang mendasar, yaitu: peninjauan ulang faktor-faktor eksternal dan internal yang menjadi landasan bagi strategi pada saat ini, pengukuran kinerja, dan pengambilan langkah korektif. Evaluasi strategi yang tepat waktu dapat memberitahu manajemen akan adanya potensi masalah sebelum menjadi kritis bagi perusahaan. Evaluasi strategi berguna bagi perusahaan untuk menilai kinerja strategi yang diterapkan perusahaan dan untuk memastikan tujuan-tujuan strategi dapat tercapai.

         Proses manajemen stratejik terjadi di tiga level hirarki di sebuah perusahaan, yaitu korporat, unit bisnis strategis, dan fungsional. Sebagian besar bisnis berskala kecil dan besar tidak memiliki divisi atau unit bisnis strategi, mereka hanya memiliki level korporat dan fungsional. Dengan menjaga komunikasi dan interaksi antar manajemen dan karyawan lintas level hirarki dapat membantu suatu perusahaan untuk membangun suatu tim yang komperatif.

Tidak ada komentar: