Seluruh kegiatan manajemen pemasaran dikonsentrasikan pada tujuan utamanya, yaitu kepuasan konsumen. Karena itu feedback dari konsumen merupakan informasi penting bagi manajemen untuk dipakai dalam pengambilan keputusan. Salah satu alat analisis perilaku konsumen adalah pentahapan keputusan konsumen.
Tahapan dalam suatu keputusan membeli pada umumnya melalui proses-proses sebagai berikut: (Umar,2000)
- Tahap-1: Pengenalan Masalah. Pada situasi ini seseorang menayadari bahwa ia mempunyai suatu masalah atau suatu kebutuhan.
- Tahap-2: Pencarian informasi . untuk mengatasi masalah di atas ia mencari informasi lebih banyak, misalnya lewat majalah, surat kabar, dan lain-lain.
- Tahap-3: Evaluasi Alternatif. Pada tahap ini calon pembeli menggunakan informasi untuk mengevaluasi pilihan-pilihan produk yang tersedia di pasaran.
- Tahap-4: Keputusan Pembelian. Pada tahap ini konsumen sesungguhnya melakukan tindakan sesungguhnya pembelian terhadap suatu produk.
- Perilaku Setelah Pembelian: pada tahap ini konsumen akan melakukan tindakan lebih jauh, setelah pembelian dilakukan, berdasarkan tingkat kepuasannya.
Secara umum, dalam pemasaran kita dapat membagi produk menjadi dua bagian, yaitu produk yang tergolong high involvement dan low involvement. Pada saat kita membeli produk low involvement semisal permen, konsumen cenderung tidak pernah mengecek dengan detail berbagai kandungan bahan yang ada dalam permen tersebut, apalagi sampai mengangkat ponsel dan menghubungi dokter terlebih dahulu hanya untuk sekadar menanyakan kelayakan permen tersebut untuk dikonsumsi. Waktu dan biayanya tidak sebanding dengan manfaat yang akan kita peroleh dengan mengkonsumsi permen tersebut. Produk low involvement biasanya ditandai dengan risiko yang rendah seperti permen. Walaupun konsumen salah memilih merek permen, maka risikonya tidak besar, baik itu resiko keuangan maupun nonkeuangan. (Sumardy, 2003)
Berbeda dengan produk yang tergolong high involvement semisal seperangkat personal computer (PC), mobil atau rumah. Produk-produk seperti ini tergolong high involvement karena memiliki risiko tinggi. Sebelum membeli produk seperti ini, pasti konsumen akan meneliti dan melihat lebih detil fitur masing-masing pilihan produk dibandingkan. Karena, salah memilih produk dapat menimbulkan risiko tinggi, khususnya risiko keuangan. (Sumardy, 2003)
Tidak ada komentar:
Posting Komentar