Komitmen mencakup juga keterlibatan kerja. Hal ini disebabkan karena antara keterlibatan kerja komitmen organisasi sangat erat hubunganya. Keterlibatan kerja sebagai derajat kemauana untuk menyatukan dirinya dengan pekerjaan, menginvestasikanya waktu, kemmapuana dan energinya untuk pekerjaaan, dan menggap pekerjaanya sebagaai bagian utama dari kehidupanya. Mempunyai pekerjaan yang berharga dan prestasi sebaik=baiknya didalam pekerjaan itu merupakan bagian yang sangat penting dari citra diri (self image) orang-oramng yang menunjukan keterlibatan kerja yang tinggi, dan menikamati kesempatan untuk berpartisipasi didalam penambilan keputusan. Di dalam pekerjaannya, mereka jarang sekali tidak hadir (mangkir), tidak lamban dalam melaksanakan pekerjaan, bersemangat untuk bekerja melebihi batas minimal waktu kerja, dan berusaha keras untuk memberikan yang terbaik dari dirinya (Hackett & Guion, 1985).
Terjadinya komitmen dengan organisasi bila diperhatikan dari berbagai penemuan, semua merujuk pada tiga bidang pokok dimana dapat ditemui faktor pengaruh terhadap komitmen dengan organisasi yaitu:
- ciri pribadi pekerja termasuk juga jabatannya dalam organisasi dan variasi kekuatan kebutuhannya (seperti kebutuhan untuk berprestasi)
- ciri pekerjaan, seperti identitas tugas dan kesempatan berintregrasi dengan rekan kerja.
pengalaman kerja, seperti keteladanan organisasi yang terlihat dimasa lampau dan cara pekerja-pekerja lainnya memperbincangkan dan mengutarakan perasaan mereka mengenai organisasi
Tidak ada komentar:
Posting Komentar