Kamis, 10 Februari 2022

Kelapa Sawit (skripsi tesis)

Sektor industri kelapa sawit merupakan salah satu sektor unggulan di Indonesia. Hal ini dikarenakan kondisi geografis wilayah Indonesia memang sangat cocok untuk pengembangan perkebunan kelapa sawit. Cerahnya prospek komoditas minyak kelapa sawit dalam perdagangan minyak nabati dunia telah mendorong pemerintah Indonesia untuk memacu pengembangan areal perkebunan kelapa sawit. Hingga tahun 2005 lebih dari 85% produksi minyak sawit dunia dihasilkan oleh dua negara produsen utama minyak sawit, Malaysia dan Indonesia (Ariyanto, 2007)

Soetrisno dan Winahyu (1991) menjelaskan bahwa kelapa sawit memiliki peranan penting dalam perekonomian Indonesia, yaitu:

  1. Kelapa sawit merupakan bahan baku utama minyak goreng, sehingga penawarannya yang kontinyu ikut menjaga stabilitas harga minyak goreng tersebut.
  2. Kelapa sawit sebagai salah satu komoditi perkebunan yang menjadi andalan ekspor non migas. Komoditi ini memeiliki prospek pasar yang baik dalam memperoleh devisa maupun pajak.
  3. Kelapa sawit dalam porses produksi dan pengolahan mempu menciptakan kesempatan kerja dan meningkatkan kesejahteraan masyarakat.

Kelapa sawit merupakan tanaman perkebunan yang cukup penting ditinjau dari segi ekonomi, kegunaannya maupun penyerapan tenaga kerja. Kelapa sawit secara fungsional lebih berperan sebagai komoditas perdagangan karena produk kelapa sawit berkaitan erat dengan industri sebagai bahan baku olahan lanjutan. Sebagai bahan baku untuk proses produksi lanjutan, kelapa sawit mempunyai prospek yang baik untuk menggaet pasar baik dalam negeri maupun luar negeri.

            Pasar minyak nabati di pasar internasional merupakan salah satu pasar yang kompetitif, melibatkan lebih dari sembilan jenis minyak serta hampir diproduksi dan dikonsumsi di semua negara, baik negara maju maupun negara yang sedang berkembang. Minyak nabati yang banyak diperdagangkan di pasar internasional antara lain minyak kedelai, minyak sawit, rapeseed oil, sunflower oil, minyak kelapa, minyak jagung dan minyak kacang tanah. Dari segi daya saing dan kinerja, minyak sawit dinilai memiliki daya saing dan kinerja yang paling baik karena pangsa pasarnya terus meningkat dari sekitar 10% pada tahun 1970-an menjadi sekitar 28% pada tahun 2000-an. Beberapa jenis minyak nabati seperti sunflower oil dan rapeseed oil terus mengalami penurunan pangsa. Hal ini menunjukkan bahwa CPO di pasar dunia memeiliki daya saing untuk menggeser peran minyak nabati lainnya (Susila, 1998).

Tidak ada komentar: