Salah satu pengukuran kepuasan kerja yang umum digunakan adalah Descriptive Index (JDI). JDI yaitu pengukuran standar terhadap kepuasan kerja seperti yang terkutip pada Riggio dalam Luthans (2006), ” The job Descriptive Index is a self-report Job Satisfaction rating scale measuring five job facet: the job itself, supervision, pay, promotion and co-workers”. Lima aspek kepuasan kerja diukur dengan Job Descriptive Index (JDI) yaitu;
- pekerjaan itu sendiri (berhubungan dengan tanggung jawab, minat dan pertumbuhan);
- kualitas supervisi (terkait dengan bantuan teknis dan dukungan sosial);
- hubungan dengan rekan kerja (berkaitan dengan harmoni sosial dan respek);
- kesempatan promosi (terkait dengan kesempatan untuk pengembangan lebih jauh);
- pembayaran (yang terkait dengan pembayaran yang memadai dan persepsi keadilan)
Menurut Spector dalam Lumley (2011), kepuasan kerja dapat diidentifikasi berdasarkan sembilan aspek, yaitu :
- gaji, yaitu kepuasan terhadap gaji pokok dan kenaikan gaji pokok
- promosi, yaitu kepuasan terhadap kesempatan promosi
- pengawasan, yaitu kepuasan terhadap atasan yang melakukan pengawasan
- tunjangan, yaitu kepuasan terhadap tunjangan financial maupun non finansial
- penghargaan kontingen , yaitu kepuasan terhadap adanya penghargaan, pengakuan dan imbalan atas kerja yang baik
- prosedur operasi, yaitu kepuasan terhadap kebijakan dan prosedur operasi
- rekan kerja, yaitu kepuasan terhadap rekan kerja
- sifat pekerjaan, yaitu kepuasan terahdap jenis pekerjaan yang dilakukan
- komunikasi, yaitu kepuasan terhadap pola komunikasi yang terjalin dalam organisasi
Tidak ada komentar:
Posting Komentar