Hill dan Ray (1987) menjelaskan bahwa konsekuensi dari karakteristik permintaan dan penawaran yang dimiliki oleh sektor pertanian adalah bahwa sektor pertanian menghadapi permasalahan harga. Termasuk diantaranya adalah fluktuasi harga tahunan, siklus harga dan penurunan jangka panjang dalam harga produk pertanian secara relatif terhadap harga input yang digunakan petani.
Dalam jangka panjang inflasi harga pada sektor pertanian akan efektif meningkatkan output dan investasi baru namun tidak efektif dalam memacu kenaikan penyediaan lapangan kerja. Dalam jangka pendek, blok permintaan aset finansial dan blok produksi non pertanian adalah sumber eksternalitas (spillover) terhadap blok produksi pertanian. Instabilitas dalam blok produksi pertanian dan non pertanian lebih disebabkan karena guncangan harga. Inflasi harga pada sektor pertanian ditentukan oleh harga-harga material pertanian (Irawan, 2005).
Tidak ada komentar:
Posting Komentar