Sedangkan Griffin and Neal (2005) mengukur keselamatan yang terdiri dari lima sistem meliputi:
- Management Value (Nilai Manajemen)
Nilai manajemen menunjukkan seberapa besar manajer dipersepsikan menghargai keselamatan di tempat kerja, bagaimana sikap manajemen terhadap keselamatan, dan persepsi bahwa keselamatan penting.
- Safety Communication (Komunikasi Keselamatan)
Komunikasi keselamatan diukur dengan menanyakan dimana isu-isu keselamatan dikomunikasikan.
- Safety Practices (Praktek Keselamatan)
Yaitu sejauh mana pihak manajemen menyediakan peralatan keselamatan dan merespon dengan cepat terhadap bahaya-bahaya yang timbul.
- Safety Training (Pelatihan Keselamatan)
Pelatihan adalah aspek yang sangat krusial dalam sistem personalia dan mungkin metode yang sering digunakan untuk menjamin level keselamatan yang memadai di organisasi karena pelatihan sangat penting bagi pekerja produksi.
- Safety Equipment (Peralatan Keselamatan)
Peralatan keselamatan mengukur tentang kecukupan peralatan keselamatan, seperti alat-alat perlengkapan yang tepat disediakan dengan mudah.
Berdasarkan UU No. 1 tahun 1970 serta KEPMEN No.555.K/26/M.PE/1995 maka keselamatan kerja pada pegawai pertambangan meliputi:
- Pencegahan Kecelakan
Pencegahan kecelakan dimulai sejak perencanan perusahan dan pengaturan proses produksi yang akan dicapai. Suatu prinsip penting pada semua perencanan adalah menekan kecelakan sekecil mungkin dan menangulanginya sefektif mungkin. Dalam perencanan harus menciptakan kondisi lingkungan kerja yang aman sehingga pekerja akan merasa lebih aman, moral kerja lebih baik, dan hubungan kerja lebih serasi. Selain itu, biaya perawatan akan lebih kecil serta biaya asuransi mungkin relatif berkurang.
- Pengawasan Terhadap Kemungkinan Terjadinya Kecelakan
Usaha keselamatan dan kesehatan kerja yang harus dilakukan adalah mengawasi tindakan dan kondisi tidak aman. Kepala Teknik Tambang dapat mengangkat petugas pengawas untuk mengawasi dan memeriksa yang menjadi tangungjawabnya
- Sistem Tanda Bahaya Kecelakan dalam Pertambangan
Pemakaian tanda peringatan, warna dan label sangat penting bagi keselamatan para pekerja untuk megetahui bahaya kecelakan.
- Perlengkapan Keselamatan Kerja
Pencegahan kecelakan yang baik adalah peniadan bahaya seperti pengamanan mesin atau peralatan lainnya.
- Pelatihan dan Penyuluhan
Tingkat keselamatan tergantung dari sikap dan praktek semua orang yang terlibat dalam perusahan pertambangan. Oleh karenanya penyuluhan dan pelatihan sangat penting peranannya bagi peningkatan penghayatan keselamatan kerja dan pencegahan kecelakan.
Adapun cara-cara yang dapat mencegah ganguan kesehatan yaitu sebagai berikut:
- Subtitusi, yaitu menganti bahan yang berbahaya dengan bahan yang lebih aman.
- Isolasi, yaitu mengisolasi operasi atau proses dalam perusahan yang
membahayakan.
- Ventilasi umum, yaitu mengalirkan udara sebanyak mungkin (menurut perhitungan) ke dalam ruangan kerja, dengan tujuan agar kadar bahaya yang terjadi dalam ruangan kerja dapat menurun.
- Ventilasi penyedotan, yaitu mengalirkan udara dari tempat kerja tertentu agar bahaya yang terjadi dalam ruangan tersebut dapat berkurang.
- Alat pelindung, yaitu alat yang melindungi tubuh atau bagian tubuh yang wajib dipakai oleh setiap tenaga kerja menurut keperluanya seperti topi pengaman, masker, kacamata, sarung tangan, sepatu dan lain-lain.
- Pemeriksan kesehatan sebelum bekerja, yaitu pemeriksan kesehatan kepada calon pekerja untuk mengetahui baik fisik maupun mental apakah calon karyawan tersebut cocok dengan pekerjan yang diberikan kepadanya.
- Pemeriksan kesehatan berkala, yaitu pemeriksan kesehatan yang dapat digunakan untuk mengevaluasi apakah faktor-faktor yang menyebabkan gangguan-gangguan atau kelainan-kelainan pada tubuh pekerja.
- Penerangan sebelum kerja agar karyawan mengetahui, menati peraturan- peraturan dan lebih berhati-hati.
- Pendidikan tentang kesehatan dan keselamatan kerja berkelanjutan, diberikan agar pekerja selalu waspada dalam pekerjanya
Dalam penelitian Fitriani (2013) digunakan pengukuran yang diuraikan sebagai berikut.:
- Dukungan dan Komunikasi
- Sosialisasi tentang Keselamatan Kerja
- Perubahan dalam prosedur bekerja dikomunikasikan secara efektif kepada para karyawan
- Perlengkapan Keselamatan Tenaga Kerja
- Ketersediaan Alat Pelindung Diri /APD.
- Ketersediaan alat pemadam kebakaran
- Beban Kerja (Work Pressure)
- Terdapat jumlah tenaga kerja yang cukup untuk menyelesaikan pekerjaan yang diperlukan.
- Jadwal kerja karyawan (Pembagian shift) sudah realistis /sesuai
- Pencegahan Kecelakaan
- Aturan/Prosedur Keselamatan dan Kesehatan Kerja.
- Poster–poster/ spanduk tentang peraturan Keselamatan Keselamatan dan Kesehatan Kerja
- Pengawasan Penggunaan APD pada karyawan.
- Pentingnya Pelatihan Keselamatan Kerja
- Keikutsertaan pelatihan Keselamatan dan Kesehatan Kerja.
- Pemberian dukungan jaminan sosial kepada karyawan
Tidak ada komentar:
Posting Komentar