Rabu, 12 Januari 2022

Proses Sistem Pengendalian Manajemen (skripsi dan tesis)


Sistem pengendalian manajemen terdiri dari struktur dan proses. Struktur
merupakan hubungan antara komponen yang dinyatakan dalam bentuk unit
organisasi dan sifat informasi yang mengalir di antara unit-unit tersebut. Sedangkan
proses merupakan seperangkat tindakan yang dilaksanakan oleh manajer atas dasar
informasi yang mereka terima. Informasi yang digunakan dalam proses sistem
pengendalian manajemen adalah formal dan informal. Informasi formal meliputi
tahap-tahap yang terstruktur yang saling terkait. Informasi informal dilakukan
dengan menggunakan alat berupa memoranda, rapat-rapat, pembicaraan dan
ekspresi wajah.
Proses sistem pengendalian manajemen menurut Supriyono (2000) meliputi
tahap-tahap: 
1) Penyusunan program
Penyusunan program adalah proses pembuatan keputusan mengenai
program-program utama yang akan dilaksanakan oleh prganisasi untuk
mengimplementasikan strategi-strategi dan penaksiran jumlah sumbersumber yang akan digunakan untuk setiap program. Penyusunan program
merupakan bagian dari pengendalian manajemen yaitu perencanaan strategi
dan pengendalian manajemen. Penyusunan program dalam suatu perusahaan
melibatkan beberapa macam aktivitas, seperti merencanakan apa yang
seharusnya dilakukan dalam perusahaan. Langkah selanjutnya adalah
mengkoordinasikan aktivitas-aktivitas dengan beberapa bagian yang ada
dalam perusahaan untuk kepentingan pencapaian tujuan perusahaan. Setelah
koordinasi dilaksanakan kemudian mengkomunikasikan program tersebut
kepada semua tingkatan manajemen yang ada dalam perusahaan. Pada setiap
periode dilakukan efisiensi dan keefektifan sebagai alat pengendalian agar
semua strategi yang telah ditetapkan sesuai dengan tujuan yang akan dicapai
perusahaan. Keputusan pemrograman yang diambil yaitu: apakah akan
melaksanakan strategi ini dengan melakukan akuisisi atau dengan
membangun operasi baru, apa lini produk yang akan diutamakan, apakah
produk ini harus dibeli atau dibuat sendiri dan apa sauran pemasaran yang
akan digunakan.
2) Penyusunan anggaran
Penyusunan anggaran adalah proses pembuatan ketuputusan mengenai peran
para manajer pusat pertanggung jawaban dalam melaksanakan program atau
bagian program. Sejalan dengan perkembangan dunia usaha, perusahaan- 
perusahaan berkembang menjadi perusahaan yang lebih besar dengan jenis
kegiatan dan volume kegiatan yang meningkatkan. Keadaan ini menjadikan
proses perencanaan dan pengendalian menjadi tidak sederhana. Untuk
membantu manajemen dalam mengelola perusahaan maka perusahaan
mempunyai wewenang dan tanggung jawab untuk menyusun biaya produksi.
Anggaran digunakan sebagai alat pengendalian biaya produksi. Definisi
anggaran menurut Saputra dan Asri (2006), adalah: “Suatu pendekatan
yang formal dan sistematis dari pelaksanaan tanggung jawab
manajemen dalam perencanaan, koordinasi dan pengawasan”.
Menurut Christina, dkk (2001): “Anggaran merupakan suatu rencana
yang disusun secara sistematis dalam bentuk angka dan dinyatakan
dalam unit moneter yang meliputi seluruh kegiatan perusahaan untuk
jangka waktu (periode) tertentu di masa yang akan datang”.
Sedangkan menurut Horngren, dkk (2006) adalah sebagai berikut: “A budget
is the quantitative expression of a proposed plan of action by management
for a specified period and an aid to coordinating what needs to be done to
implement that plan”.
Dari definisi tersebut, maka dapat dijelaskan bahwa anggaran merupakan
perencanaan formal dari keseluruhan kegiatan perusahaan termasuk di
dalamnya anggaran biaya produksi dalam jangka waktu tertentu yang
dinyatakan dalam unit kuantitatif. Anggaran merupakan suatu perencanaan
yang disusun secara formal di dalam perusahaan tersebut yang mencakup
seluruh kegiatan perusahaan tanpa ada pengecualian. Dengan demikian
penggunaan anggaran berfungsi sebagai alat bantu manajemen untuk 
penyusunan perencanaan, koordinasi dan pengendalian kegiatan perusahaan.
3) Pelaksanaan pengendalian anggaran
Setelah menyusun anggaran, tahap selanjutnya adalah pelaksanaan
pengendalian anggaran. Untuk pelaksanaan anggaran diperlukan
pengendalian agar dapat beroperasi secara efektif dan efisien. Untuk itu
harus diselidiki adanya perbandingan antara anggaran biaya produksi dengan
realisasi anggaran biaya produksi. Apabila terdapat perbedaan maka
perusahaan harus menganalisis sebab-sebab terjadinya perbedaan tersebut
kemudian dilakukan tindakan koreksi terhadap penyimpangan yang terjadi.
4) Pengukuran kinerja
Penyusunan program dan anggaran yang telah ditetapkan dijadikan alat
untuk menilai kinerja manajer dan memotivasi manajer dalam
mengendalikan unit-unit pusat pertanggung jawaban. Dalam tahap ini
anggaran dilaksanakan oleh manajer pusat pertanggung jawaban dan
akuntansi bertanggung jawab mencatat masukan yang sesungguhnya
diperoleh oleh pusat pertanggung jawaban. Data yang dikelompokkan
menurut program digunakan sebagai dasar pemrograman yang akan datang,
sedangkan data yang dikelompokkan menurut pusat pertanggung jawaban
digunakan untuk mengukur prestasi kerja manajer pusat pertanggung
jawaban.
5) Pelaporan dan analisis
Tahap terakhir dari proses pengendalian manajemen adalah pelaporan dan
analisis. Laporan memuat informasi mengenai apa yang sesungguhnya
terjadi dibandingkan dengan anggarannya atau programnya. Pelaporan 
adalah proses untuk menyususn dan menyajikan pada pihak-pihak yang
berkepentingan. Laporan disusun untuk setiap pusat pertanggung jawaban
dan program. Laporan pusat pertanggung jawaban menunjukkan informasi
sesungguhnya dibandingkan dengan anggarannya, dalam ukuran-ukuran
kinerja keauangan maupun nonkeuangan, serta informasi internal maupun
eksternal. Laporan pusat pertanggung jawaban harus disajikan secara tepat
waktu. Laporan tersebut dimaksudkan untuk memberitahukan kepada para
manjaer mengenai apa yang sedang berlangsung dalam pusat pertanggung
jawaban yang mereka pimpin dan juga untuk menjamin koordinasi kegiatan
antar pusat pertanggung jawaban. Laporan atas kinerja pusat pertanggung
jawaban juga digunakan sebagai dasar untuk pengendalian. Pengendalian ini
berupa analisis terhadap penyimpangan dari pelaksanaan anggaran dan
penjelasan mengenai pelaksanaan kegiatan. Atas dasar hasil analisis, manajer
pusat pertanggung jawaban dapat segera merumuskan tindakan perbaikan
berupa perbaikan pelaksanaan, perbaikan anggaran, perbaikan program atau
perumusan kembali strategi untuk pencapaian tujuan perusahaan.

Tidak ada komentar: