Senin, 03 Januari 2022

Pengertian kolam retensi (Skripsi dan tesis)


Kolam retensi adalah suatu bak atau kolam yang dapat menampung atau
meresapkan air sementara yang terdapat di dalamnya. Kolam retensi dibagi
menjadi 2 macam tergantung dari bahan pelapis dinding dan dasar kolam, yaitu
kolam alami dan kolam buatan.
Kolam alami adalah kolam retensi berbentuk cekungan atau bak resapan
yang sudah terbentuk secara alami dan dapat dimanfaatkan baik pada kondisi
aslinya atau dilakukan penyesuaian.
Kolam buatan atau kolam non alami adalah kolam retensi yang dibuat
sengaja didesain dengan bentuk dan kapasitas tertentu pada lokasi yang telah
direncanakan sebelumnya dengan lapisan material yang kaku, seperti beton.
Untuk merencanakan pembangunan kolam retensi diperlukan analisis
hidrologi untuk menentukan besarnya debit banjir rencana akan berpengaruh
terhadap besarnya debit maksimum maupun kestabilan konstruksi yang akan
dibangun. Kemudian diperlukan data curah hujan untuk rencangan pemanfaatan
air dan rancangan bangunan air adalah curah hujan rata-rata di seluruh daerah
yang bersangkutan, bukan curah hujan pada suatu titik tertentu (Sosrodarsono,
1993). Selain data tersebut, debit air kotor juga perlu direncanakan untuk
memastikan jumlah air yang masuk ke dalam kolam retensi yang akan dibangun.
Pada perencanaan curah hujan pada suatu titik tertentu (Sosrodarsono, 1993).
Selain data tersebut, debit air kotor juga perlu direncanakan untuk memastikan
jumlah air yang masuk ke dalam kolam retensi yang akan dibangun. Pada
perencanaan curah hujan pada suatu titik tertentu (Sosrodarsono, 1993). Selain
data tersebut, debit air kotor juga perlu direncanakan untuk memastikan jumlah air
yang masuk ke dalam kolam retensi yang akan dibangun.

Tidak ada komentar: