Kamis, 16 Desember 2021

Pengertian Analisis Rasio Keuangan (skripsi dan tesis)


Rasio keuangan adalah angka yang diperoleh dari hasil perbandingan dari
satu pos laporan keuangan dengan pos lainnya yang mempunyai hubungan yang
relevan dan signifikan/berarti (Harahap, 2009). Rasio keuangan ini hanya
menyederhanakan informasi antara satu pos dengan pos lainnya sehingga
diperoleh informasi dan memberikan penilaian. Informasi akan diperoleh dari
rasio keuangan apabila dilakukan analisis terhadap rasio keuangan tersebut.
Menurut Munawir (2010) ada dua metode analisis yang digunakan oleh
setiap penganalisa laporan keuangan, yaitu analisis horizontal dan analisis
vertikal. Analisis horizontal adalah analisis dengan mengadakan pembandingan
laporan keuangan untuk beberapa periode atau beberapa saat, sehingga akan
diketahui perkembangannya. Metode horizontal ini disebut pula sebagai metode
analisis dinamis. Analisis vertikal yaitu apabila laporan keuangan yang dianalisis
hanya meliputi satu atau satu saat saja, yaitu dengan memperbandingkan antara
pos yang satu dengan pos yang lainnya dalam laporan keuangan tersebut,
sehingga hanya akan diketahui keadaan keuangan atau hasil operasi pada saat itu
saja. Analisis vertikal ini disebut juga sebagai metode analisis yang statis karena
kesimpulan yang dapat diperoleh hanya untuk periode itu saja tanpa mengetahui
perkembangannya.
Bernstein (1983) dalam Harahap (2009) analisis laporan keuangan
dilakukan dengan tujuan sebagai berikut :
1. Screening
Analisis dilakukan dengan tujuan untuk mengetahui situasi dan kondisi
perusahaan dari laporan keuangan tanpa pergi langsung ke lapangan.
2. Understanding
Memahami perusahaan, kondisi keuangan, dan hasil usahanya.
3. Forecasting
Analisis digunakan untuk meramalkan kondisi keuangan perusahaan di
masa yang akan datang.
4. Diagnosis
Analisis dimaksudkan untuk melihat kemungkinan adanya masalahmasalah yang terjadi baik dalam manajemen, operasi, keuangan atau
masalah lain dalam perusahaan.
5. Evaluation
Analisis dilakukan untuk menilai prestasi manajemen dalam mengelola
perusahaan. 
Menurut Munawir (2010), berdasarkan sumber datanya angka rasio dapat
dibedakan menjadi:
1. Rasio-rasio Neraca (Balance Sheet Ratios) yang tergolong dalam
kategori ini adalah semua ratio yang semua datanya diambil atau
bersumber pada neraca, misalnya current ratio, acid test ratio.
2. Rasio-rasio Laporan Laba-rugi (Incomes Statement Ratios) yaitu
angka- angka ratio yang dalam penyusunannya semua datanya diambil
dari Laporan Laba-rugi, misalnya gross profit margin, net operating
margin, operating ratio dan lain sebagainya.
3. Rasio-rasio antar Laporan (Interstatement Ratios) adalah semua angka
ratio yang penyusunannya datanya berasal dari neraca dan data lainnya
dan laporan laba-rugi, misalnya tingkat perputaran persediaan
(inventory turn over), tingkat perputaran piutang (account receivable
turn over), sales to inventory, sales to fixed dan lain sebagainya.
Menurut Martono dan Agus (2009), ada 4 jenis rasio yang digunakan
untuk menilai kinerja keuangan perusahaan sebagai berikut:
1. Rasio Likuiditas (liquidity ratio), yaitu rasio yang menunjukkan
hubungan antara kas perusahaan dan aktiva lancar lainnya dengan
hutang lancar.
2. Rasio Aktivitas (activity ratio) atau dikenal juga sebagai rasio efisiensi,
yaitu rasio yang mengukur efisiensi perusahaan dalam menggunakan
asetnya.
3. Rasio Leverage Financial (financial leverage ratio), yaitu rasio yang
mengukur seberapa banyak perusahaan menggunakan dana dari hutang
(pinjaman).
4. Rasio Keuntungan (profitability ratio) atau rentabilitas, yaitu rasio yang
menunjukkan kemampuan perusahaan untuk memperoleh keuntungan
dari penggunaan modalnya

Tidak ada komentar: