Kamis, 16 Desember 2021

Pengertian Analisis Rasio Keuangan (skripsi dan tesis)


Analisis laporan keuangan suatu perusahaan pada dasarnya untuk
mengetahui tingkat profitabilitas (keuntungan) dan tingkat risiko atau tingkat
kesehatan suatu perusahaan.
Menurut James, Stice, dan Skousen (2005:775), analisis laporan keuangan
(analysis of financial statement) adalah analisis terhadap laporan yang memuat
hasil-hasil perhitungan dari proses akuntansi yang menunjukkan kinerja keuangan
suatu perusahaan pada suatu saat tertentu. 
Menurut Bambang (2010:323), analisis laporan keuangan (analysis of
financil statement) adalah analisis yang dinyatakan dalam arithmetical term yang
dapat digunakan untuk menjelaskan hubungan antara dua macam data financial.
Berdasarkan definisi di atas, dapat disimpulkan bahwa analisis laporan
keuangan adalah suatu angka yang menunjukan hubungan antara suatu unsur
dengan unsur lainnya dalam laporan keuangan.
Menurut Munawir (2010) ada dua metode analisis yang digunakan oleh
setiap penganalisa laporan keuangan, yaitu analisis horizontal dan analisis vertikal.
Analisis horizontal adalah analisis dengan mengadakan pembandingan laporan
keuangan untuk beberapa periode atau beberapa saat, sehingga akan diketahui
perkembangannya. Metode horizontal ini disebut pula sebagai metode analisis
dinamis. Analisis vertikal yaitu apabila laporan keuangan yang dianalisis hanya
meliputi satu atau satu saat saja, yaitu dengan memperbandingkan antara pos yang
satu dengan pos yang lainnya dalam laporan keuangan tersebut, sehingga hanya
akan diketahui keadaan keuangan atau hasil operasi pada saat itu saja. Analisis
vertikal ini disebut juga sebagai metode analisis yang statis karena kesimpulan
yang dapat diperoleh hanya untuk periode itu saja tanpa mengetahui
perkembangannya.
Menurut Munawir (2010), berdasarkan sumber data angka rasio dapat
dibedakan menjadi:
1. Rasio-rasio Neraca (Balance Sheet Ratios) yang tergolong dalam
kategori ini adalah semua ratio yang semua datanya diambil atau
bersumber pada neraca, misalnya current ratio, acid test ratio.
2. Rasio-rasio Laporan Laba-rugi (Incomes Statement Ratios) yaitu
angka- angka rasio yang dalam penyusunannya semua datanya diambil
dari Laporan Laba-rugi, misalnya gross profit margin, net operating
margin, operating ratio dan lain sebagainya.
3. Rasio-rasio antar Laporan (Interstatement Ratios) adalah semua angka
ratio yang penyusunannya datanya berasal dari neraca dan data lainnya
dan laporan laba-rugi, misalnya tingkat perputaran persediaan (inventory
turn over), tingkat perputaran piutang (account receivable turn over),
sales to inventory, sales to fixed dan lain sebagainya.
Menurut Tim Penyusun IAI Sumsel (2012:222), ada 5 jenis rasio yang
digunakan untuk menilai kinerja perusahaan adalah sebagai berikut: 
1. Rasio likuiditas (likuidity ratio)
Rasio likuiditas yaitu rasio yang menunjukkan hubungan dan aset lancar
lainnya dengan kewajiban lancar.
2. Rasio profitabilitas (profitability ratio)
Rasio profitabilitas yaitu rasio yang menggambarkan kemampuan
perusahaan untuk mendapatkan laba melalui semua kemampuan dan
sumber yang ada seperti kegiatan penjualan, kas, modal, jumlah
karyawan dan sebagainya.
3. Rasio solvabilitas (solency ratio)
Rasio solvabilitas yaitu rasio yang menunjukkan kemampuan perusahaan
untuk membayar semua utang-utangnya dengan aset yang dimilikinya
jika perusahaan tersebut dilikuidasi.
4. Rasio nilai pasar (market value ratio)
Rasio nilai pasar yaitu rasio yang memberikan informasi seberapa besar
masyarakat (investor) atau para pemegang saham menghargai perusahaan,
sehingga mereka mau membeli saham perusahaan dengan harga yang
lebih tinggi dibanding dengan nilai buku saham.
5. Rasio aktivitas (activity ratio)
Rasio aktivitas yaitu rasio untuk mengukur seberapa besar efektivitas
perusahaan dalam mengerjakan sumber-sumber dananya.

Tidak ada komentar: