Tingkat hutang akan menjadi lebih besar apabila lebih banyak utang
jangka panjang yang dimiliki oleh perusahaan (Fanani, 2010). Hutang
mengandung konsekuensi yaitu pembayaran b
Tingkat hutang akan menjadi lebih besar apabila lebih banyak utang
jangka panjang yang dimiliki oleh perusahaan (Fanani, 2010). Hutang
mengandung konsekuensi yaitu pembayaran bunga dan pokok saat jatuh tempo.
Jika laba yang dihasilkan tidak mampu untuk menutupi pembayaran bunga dan
pokok hutang pada saat jatuh tempo, maka akan menimbulkan resiko kegagalan.
Besarnya tingkat hutang, maka perusahaan akan meningkatkan persistensi laba
dengan tujuan untuk dapat mempertahankan kinerja yang baik di mata investor.
Dengan adanya kinerja perusahaan yang baik, maka kreditor tetap memiliki
kepercayaan perusahaan dalam memperoleh kemudahan proses pembayaran.
Menurut penelitian yang dilakukan oleh Sarah, (2019) menyatakan
bahwa tingkat hutang atau solvabilitas berpengaruh secara signifikan terhadap
persistensi laba pada perusahaan jasa sub sektor konstruksi dan bangunan.
Penelitian Sarah ini memperkuat pernyataan Fanani (2010), yang menyebutkan
bahwa tingkat hutang yang tinggi akan meningkatkan kinerja perusahaan yang
baik.
Dengan adanya teori signaling, maka tingkat hutang akan memberikan
sinyal psoitif bagi para investor. Tingkat hutang atau solvabilitas mencerminkan
tingkat penggunaan hutang jangka panjang perusahaan. Solvabilitas tinggi, maka
perusahaan mampu memenuhi kebutuhan jangka panjangnya dengan baik
sehingga persistensi laba akan tinggi. unga dan pokok saat jatuh tempo.
Jika laba yang dihasilkan tidak mampu untuk menutupi pembayaran bunga dan
pokok hutang pada saat jatuh tempo, maka akan menimbulkan resiko kegagalan.
Besarnya tingkat hutang, maka perusahaan akan meningkatkan persistensi laba
dengan tujuan untuk dapat mempertahankan kinerja yang baik di mata investor.
Dengan adanya kinerja perusahaan yang baik, maka kreditor tetap memiliki
kepercayaan perusahaan dalam memperoleh kemudahan proses pembayaran.
Menurut penelitian yang dilakukan oleh Sarah, (2019) menyatakan
bahwa tingkat hutang atau solvabilitas berpengaruh secara signifikan terhadap
persistensi laba pada perusahaan jasa sub sektor konstruksi dan bangunan.
Penelitian Sarah ini memperkuat pernyataan Fanani (2010), yang menyebutkan
bahwa tingkat hutang yang tinggi akan meningkatkan kinerja perusahaan yang
baik.
Dengan adanya teori signaling, maka tingkat hutang akan memberikan
sinyal psoitif bagi para investor. Tingkat hutang atau solvabilitas mencerminkan
tingkat penggunaan hutang jangka panjang perusahaan. Solvabilitas tinggi, maka
perusahaan mampu memenuhi kebutuhan jangka panjangnya dengan baik
sehingga persistensi laba akan tinggi.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar