Senin, 04 Oktober 2021

Teori Tingkat Suku Bunga Hicks (skripsi dan tesis)


Hicks mengemukakan teorinya bahwa tingkat bunga berada dalam
keseimbangan pada suatu perekonomian bila tingkat bunga ini memenuhi
keseimbangan sektor moneter dan sektor rill. Pandangan ini merupakan gabungan
dari pendapat klasik dan keynesian, dimana mashab klasik mengatakan bahwa
bunga timbul karena uang adalah produktif artinya bahwa bila seseorang memiliki
dana maka mereka dapat menambah alat produksinya agar keuntungan yang
diperoleh meningkat. Jadi uang dapat meningkatkan produktivitas sehingga orang
ingin membayar bunga. Sedangkan menurut keynesian bahwa uang bisa produktif
dengan metode spekulasi di pasar uang dengan kemungkinan memperoleh
keuntungan, dan keuntungan inilah sehingga orang ingin membayar bunga.
Dari beberapa konsep tentang tingkat bunga, maka dapat kita hubungkan
antara tingkat suku bunga tabungan dengan tingkat bunga kredit, dimana sektor
perbankan menghimpun dana melalui giro, deposito dan tabungan lalu disalurkan
melalui berbagai fasilitas kredit. Jelaslah bahwa penawaran kredit perbankan
ditentukan oleh adanya akumulasi modal dalam bentuk deposito dan tabungan
sebagai salah satusumber dana perbankan dalam menyalurkan kredit.
Adanya tabungan masyarakat tidaklah berarti dana hilang dari peredaran,
tetapi dipinjam / dipakai oleh pengusaha untuk membiayai investasi. Penabung
mendapatkan bunga atas tabungannya, sedangkan pengusaha bersedia membayar
bunga tersebut selama harapan keuntungan yang diperoleh dari investasi lebih
besar dari bunga tersebut. Adanya kesamaan antara tabungan dengan investasi
adalah sebagai akibat bekerjanya mekanisme tingkat bunga. Tingkat bunga akan
berfluktuasi sehingga keinginan untuk menabung dari masyarakat. Besarnya
tingkat suku bunga yang ditetapkan oleh bank juga dipengaruhi oleh besarnya
Cost Of Money. Tingkat bunga kredit yang ditetapkan untuk seluruh nasabah
harus labih besar dari jumlah Cost Of Money dan biaya operasionalnya.

Tidak ada komentar: