Signaling theory adalah teori yang membahas tentang naik
turunnya harga saham di pasar, sehingga akan memberi pengaruh
terhadap keputusan investor. Teori Sinyal menurut Scott (2012:475),
menyatakan bahwa pihak eksekutif perusahaan yang memiliki
informasi yang lebih baik mengenai perusahaan akan terdorong
untuk menyampaikan informasi tersebut kepada pemegang saham
dimana perusahaan dapat meningkatkan nilai perusahaan melalui
pelaporannya dengan mengirim sinyal melalui laporan keuangan
tahunan. Tanggapan investor terhadap sinyal positif dan negatif
sangat mempengaruhi kondisi pasar, mereka akan bereaksi dengan
berbagai cara dalam menanggapi sinyal tersebut, seperti memburu
saham yang dijual atau melakukan tindakan dalam bentuk tidak
bereaksi dan menunggu (wait and see) perkembangan yang ada baru
kemudian mengambil tindakan. Jika sinyal yang diberikan
perusahaan tersebut positif, maka perusahaan mendapatkan
keuntungan berupa kepercayaan para investor untuk menanamkan
sebagian dananya pada perusahaan tersebut berupa saham. Hal ini
menyebabkan banyak investor yang akan berinvestasi pada
perusahaan tersebut, sehingga harga saham pada Bursa Efek
Indonesia cenderung meningkat, serta citra perusahaan akan semakin
baik di kalangan pemangku kepeningan seiring dengan membaiknya
kinerja perusahaan. Sebaliknya jika perusahaan memberikan sinyal
negatif melalui pelaporan keuangan tahunan, maka para investor
enggan untuk menanamkan sebagian dananya, hal ini menyebabkan
adanya perubahan harga saham di Bursa Efek Indonesia yang semula
membaik menjadi buruk.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar