Senin, 04 Oktober 2021

Pengertian Suku Bunga Sertifikat Bank Indonesia (SBI) (skripsi dan tesis)


Bunga merupakan hal penting bagi suatu bank dalam penarikan tabungan
dan penyaluran kreditnya. Bunga bagi bank bisa menjadi biaya (cost of fund) yang
harus dibayarkan kepada penabung. Tetapi dilain pihak, bunga juga dapat
merupakan pendapatan bank yang diterima dari debitur karena kredit yang
diberikannya, Hasibuan (2007). Rahardjo (2009) menjelaskan bahwa kebijakan
tingkat suku bunga merupakan kebijakan moneter yang diputuskan oleh
pemerintah untuk mendorong pertumbuhan ekonomi perbankan. Di Indonesia,
informasi mengenai kebijakan moneter dapat dipantau melalui Suku Bunga
Sertifikat Bank Indonesia (SBI). Hal tersebut disebabkan karena tingkat suku
bunga SBI dapat dikendalikan langsung oleh Bank Indonesia.
Sebagai otoritas moneter, BI berkewajiban memelihara kestabilan nilai
Rupiah. Jumlah uang primer (uang kartal dan uang giral) yang berlebih akan
mengurangi kestabilan nilai Rupiah. SBI diterbitkan dan dijual oleh BI untuk
mengurangi kelebihan uang primer tersebut. Penerbitan SBI sebagai salah satu
piranti operasi pasar terbuka, penjualan SBI diprioritaskan kepada lembaga
perbankan. Meskipun demikian, tidak tertutup kemungkinan masyarakat baik
perorangan maupun perusahaan untuk dapat memiliki SBI. Pembelian SBI
masyarakat tidak dapat dilakukan secara langsung dengan BI melainkan harus
melalui bank umum serta pialang pasar uang dan pasar modal yang ditunjuk
(Rahardjo, 2009)
Menurut Maryanne (2009) tingkat suku bunga SBI menyatakan tingkat
pembayaran atas pinjaman atau investasi lain, di atas perjanjian pembayaran
kembali, yang dinyatakan dalam persentase yang ditetapkan Bank Indonesia
dengan mengeluarkan Sertifikat Bank Indonesia. Salah satu penyederhanaan yang
dibuat dalam mempelajari makro ekonomi adalah dengan menyebut “satu” suku
bunga, yang pada kenyatannya tentu, banyak terdapat tingkat-tingkat suku bunga.
Tingkat suku bunga ini berbeda tergantung dari tingkat kepercayaan kredit dari
peminjam, jangka waktu dari pinjaman dan berbagai aspek perjanjian lainnya
antara peminjam dan pemberi pinjaman. Obligasi Amerika Serikat jangka pendek
adalah salah satu aset yang paling sering diperdagangkan di seluruh dunia.
Bank sebagai lembaga intermediasi dalam pengelolaan dana mempunyai
posisi strategis dalam mendorong pertumbuhan ekonomi. Dalam perekonomian
modern penggunaan bunga senantiasa dikaitkan dengan operasionalisasi sistem
perbankan dengan bunga sebagai instrumen utamanya. Kebijakan tingkat suku
bunga merupakan kebijakan moneter yang diputuskan oleh pemerintah untuk
mendorong pertumbuhan ekonomi perbankan. Di Indonesia informasi mengenai
kebijakan moneter dapat dipantau melalui suku bunga SBI. Hal tersebut
disebabkan karena tingkat suku bunga SBI dapat dikendalikan langsung oleh
Bank Indonesia (Putri, 2012). Tingkat suku bunga sektor keuangan yang lazim
digunakan sebagai panduan investor disebut juga dengan tingkat suku bunga
bebas risiko (risk free) yang meliputi tingkat suku bunga bank sentral dan tingkat
suku bunga deposito. Di Indonesia, tingkat suku bunga bank sentral di
proyeksikan dengan tingkat suku bunga SBI. Suku bunga SBI adalah tingkat suku
bunga SBI tahunan yang dikeluarkan tiap bulan. Tingkat bunga ini diharapkan
dapat mewakili tingkat bunga secara umum, karena kenyataannya tingkat bunga
yang berlaku di pasar, fluktuasinya mengikuti SBI (Husnan,2009).
Menurut Siamat (2009:455) SBI adalah surat berharga atas ujuk dalam
Rupiah yang diterbitkan oleh BI sebagai pengakuan hutang berjangka waktu
pendek dengan sistem diskonto. Tingkat suku bunga merupakan daya tarik bagi
investor menanamkan investasinya dalam bentuk deposito atau SBI sehingga
investasinya dalam bentuk saham akan tersaingi.

Tidak ada komentar: