Loyalitas merek merupakan sikap yang menguntungkan
terhadap merek yang mengakibatkan pembelian yang konsisten dari
merek dari waktu ke waktu. Ini adalah hasil dari pembelajaran
konsumen bahwa hanya merek tertentu yang dapat memenuhi
kebutuhan mereka (Tuominen, 1999).
Seorang pelanggan yang sangat loyal kepada suatu merek tidak
akan dengan mudah memindahkan pembeliannya ke merek lain, apapun
yang terjadi dengan merek tersebut. Sebaliknya, pelanggan yang tidak
loyal terhadap suatu merek, pada saat mereka melakukan pembelian
akan merek tersebut, pada umumnya tidak didasarkan pada ketertarikan
mereka pada mereknya tetapi lebih didasarkan pada karakteristik
produk, harga dan kenyamanan pemakaiannya ataupun berbagai atribut
lain yang ditawarkan oleh merek produk alternatif (Durianto et al,
2001).
Menurut Durianto et al (2001), dengan pengelolaan dan
pemanfaatan yang benar, loyalitas merek dapat menjadi aset strategis
bagi perusahaan. Berikut adalah beberapa potensi yang dapat diberikan
oleh loyalitas merek kepada perusahaan:
a. Reduced marketing costs (mengurangi biaya pemasaran) dalam
kaitannya dengan biaya pemasaran, akan lebih murah
mempertahankan pelanggan dibandingkan dengan upaya untuk
mendapatkan pelanggan baru. Jadi, biaya pemasaran akan mengecil
jika loyalitas merek meningkat.
b. Trade leverage (meningkatkan perdagangan) loyalitas yang kuat
terhadap suatu merek akan menghasilkan peningkatan perdagangan
dan memperkuat keyakinan perantara pemasaran.
c. Attracting new customer (menarik minat pelanggan baru) dengan
banyaknya pelanggan suatu merek yang merasa puas dan suka pada
merek tersebut akan menimbulkan perasaan yakin bagi calon
pelanggan untuk mengkonsumsi merek tersebut terutama jika
pembelian yang mereka lakukan mengandung risiko tinggi
d. Provide time to respond competitive threats (memberi waktu untuk
merespons ancaman persaingan) loyalitas merek akan memberikan
waktu pada sebuah perusahaan untu merespons geraka pesaing
Tidak ada komentar:
Posting Komentar