Senin, 04 Oktober 2021

Inflasi (skripsi dan tesis)


Para ekonomi mendefinisikan inflasi secara berbeda-beda
namun mempunyai inti yang sama yaitu kenaikan harga-harga yang
cenderung naik secara terus menerus. Inflasi merupakan
kecenderungan meningkatnya tingkat harga secara umum dan terusmenerus. Kenaikan harga dari satu atau dua barang saja tidak dapat
disebut sebagai inflasi, kecuali bila kenaikan tersebut meluas kepada
(mengakibatkan kenaikan) sebagian besar dari harga barang-barang
lain. Kenaikan harga-harga disebabkan oleh faktor-faktor musiman
(misalnya menjelang peringatan hari-hari besar), atau yang terjadi
sekali saja (dan tidak mempunyai pengaruh lanjutan) tidak disebut
inflasi (Kalalo, dkk 2016).
Menurut M. Natsir (2014:261) jenis-jenis inflasi yaitu :
1. “Inflasi secara umum, terdiri dari:
a. Inflasi IHK atau inflasi umum (headline inflation) adalah
inflasi seluruh barang dan jasa yang dimonitor harganya
secara periodik. Inflasi IHK merupakan gabungan dari
inflasi inti, inflasi harga administrasi dan inflasi gejolak
barang (volatile goods).
b. Inflasi inti (core inflation) adalah inflasi barang dan jasa
yang perkembangan harganya dipengaruhi oleh
perkembangan ekonomi secara umum (faktor-faktor
fundamental misalnya aksektasi inflasi, nilai tukar, dan
keseimbangan permintaan dan penawaran) yang akan
berdampak pada perbahan harga-harga secara umum yang
sifatnya cenderung permanen dan persisten. 12
c. Inflasi harga administrasi (administered price inflation)
adalah inflasi yang harganya diatur oleh pemerintah terjadi
karena campur tangan (diatur) pemerintah, misalnya
kenaikan harga BBM, angkutan dalam kota dan kenaikan
tarif tol.
d. Inflasi gejolak barang-barang (volatile goods inflation)
adalah inflasi kelompok komoditas (barang dan jasa) yang
perkembangan harganya sangan bergejolak. Misalnya,
bahan makanan yang bergejolak terjadi pada kelompok
bahan makanan yang dipengaruhi faktor-faktor teknis,
misalnya gagal panan, gangguan alam atau anolai cuaca.
2. Inflasi berdasarkan asalnya, terdiri dari:
a. Inflasi yang berasal dari dalam negeri adalah inflasi barang
dan jasa secara umum di dalam negeri.
b. Inflasi yang berasal dari manca negara adalah inflasi
barang dan jasa (barang dan jasa yang diimpor) secara
umum di luar negeri.
3. Inflasi berdasarkan cakupan pengaruhnya, terdiri dari:
a. Inflasi tertutup (closed inflation) adalah inflasi yang terjadi
hanya berkaitan dengan satu atau beberapa barang tertentu.
b. Inflasi terbuka (open inflation) adalah inflasi yang terjadi
pada semua barang dan jasa secara umum.
4. Inflasi berdasarkan sifatnya, terdiri dari:
a. Inflasi merayap (creeping inlation) adalah inflasi yang
rendah dan berjalan lambat dengan presentase yang relatif
kecil serta dalam waktu yang relatif lama.
b. Inflasi menengah (galloping inflation) adalah inflasi yang
ditandai dengan kenaikan harga yang cukup besar dan
seringkali berlangsung dala periode waktu yang relatif
pendek serta mempunyai sifat ekselerasi.
c. Inflasi tinggi (hiper inflasi) adalah inflasi yang paling
parah ditandai dengan kenaikan harga mencapai 5 atau 6
kali, pada saat ini nilai uang merosot tajam.
5. Inflasi berdasarkan tingkat pengaruhnya
a. Inflasi ringan adalah inflasi yang besarnya <10% per tahun.
b. Inflasi sedang adalah inflasi yang besarnya antara 10%-
30% per tahun.
c. Inflasi berat adalah inflasi yang besarnya antara 30%-100%
per tahun.
d. Inflasi hiper aadalah yang besarnya >100%per tahun.
6. Inflasi berdasarkan periode, terbagi menjadi tiga, antara lain:
a. Inflasi tahunan (year on year), yaitu mengukur IHK
periode bulan ini terhadap IHK di periode bualn yang sama
di tahun sebelumnya.
b. Inflasi bulanan (month to mounth), mengukur IHK bulan
ini terhadap IHK bulan sebelumnya.
c. Inflasi kalender atau (year to date), mengukur IHK bulan
ini terhadap IHK awal tahun”.
Menurut M. Natsir (2014:255) faktor-faktor utama yang
menyebabkan inflasi, inflasi dapat disebabkan baik dari sisi
permintaan, sisi penawaran maupun ekspektasi. Yaitu:
1. “Kedua yang menyebabkan inflasi adalah faktor penawaran
dan kenaikan harga-harga (inflasi) yang ditimbulkan
dinamakan sebagai cost pust inflation atau shock inflation.
Inflasi ini disababkan oleh kenaikan biaya-biaya produksi atau
biaya pengadaan barang dan Inflasi karena tarikan permintaan
(demand full inflation).
Inflasi karena tarikan permintaan yaitu kenaikan harga-harga
yang timbul sebagai hasil interaksi antara permintaan dan
penawaran domestik dalam jangka panjang.
2. Inflasi karena dorongan biaya (cost pust inflation)
Faktor jasa akibatnya, produsen harus menaikan harga supaya
pendapatan keuntungan (laba) dan kegiatan produksi bisa
berlanjut terus dalam jangka panajang (sustainable).
3. Inflasi karena ekspektasi
Ekspektasi inflasi sangat berpengaruh dalam pembentukan
harga dan upah tenaga kerja. Jika para pelaku ekonomi, baik
individu, dunia usaha berfikir bahwa laju inflasi pada periode
lalu masih akan terjadi di masa yang akan datang, maka para
pelaku ekonomi akan melakukan antisipasi untuk
meminimalkan kerugian yang mungkin timbul. Para pelaku
usaha akan memperhitungkan biaya produksi dengan kenaikan
tingkat harga seperti pada waktu yang lalu.

Tidak ada komentar: