Indikator harga saham dapat dilihat dari Nilai Harga
Saham, beberapa nilai harga saham menurut Musdalifah
Azis, dkk (2015:85) ada beberapa nilai yang berhubungan
dengan harga saham yaitu:
1. Nilai Buku (Book Value) adalah nilai saham
menurut pembukuan perusahaan emiten. Nilai buku
perlembar saham adalah aktiva bersih yang dimiliki
oleh pemegang saham dengan memiliki sat lembar
saham.
2. Nilai Pasar (Market Value) adalah harga saham yang
terjadi dipasar bursa pada saat yang ditentukan oleh
permintaan dan penawaran harga saham pelaku
pasar.
3. Nilai Intrinsik (Intrinsic Value) adalah
sbenarnya/seharusnya dari suatu saham. Nilai
intrinsik suatu aset adalah penjumlahan nilai
sekarang dari cash flow yang dihasilkan oleh asset
yang bersangkutan.
Adapun menurut Sawidji Widoatmojo (2012:91)
harga saham dapat dibedakan menjadi tiga, yaitu:
1. Harga Nominal, merupakan harga yang tercantum
dalam sertifikat saham yang ditetapkan oieh emiten
untuk menilai setiap lembar saham yang
dikeluarkan. Besarnya harga nominal memberikan
arti penting saham karena deviden minimal biasanya
ditetapkan berdasarkan nilai nominal.
2. Harga Perdana, merupakan harga pada waktu harga
saham tersebut dicatat di bursa efek. Harga saham
pada pasar perdana biasanya ditetapkan oleh
penjamin emisi (underwriter) dan emiten. Dengan
demikian akan diketahui berapa harga saham emiten
itu akan dijual kepada masyarakat biasanya untuk
menentukan harga perdana.
3. Harga Pasar, merupakan harga jual dari investor
yang satu dengan investor yang lama. Harga ini
terjadi setelah saham tersebut dicatatkan di bursa.
Transaksi disini tidak lagi melibatkan emiten dari
penjamin emisi harga ini yang disebut sebagai harga
di pasar sekunder dan harga inilah yang benarbenar
mewakili harga perusahaan penerbitnya, karena pada
transaksi di pasar sekunder, kecil sekali terjadi
negosiasi harga investor dengan perusahaan
penerbit. Harga yang setiap hari diumumkan di surat
kabar atau media lain adalah harga pasar.
Sedangkan menurut Widiatmojo (2005: 45), harga
saham dapat dibedakan menjadi beberapa jenis yaitu:
1. Harga Nominal meupakan nilai yang ditetapkan oleh
emiten untuk menilai setiap lembar saham yang
dikeluarkannya, harga nominal ini tercantum dalam
lembar saham tersebut.
2. Harga Perdana merupakan harga sebelum harga
tersebut tercatat di bursa efek. Besarnya harga
perdana ini tergantung dari persetujuan antara
emiten dan penjamin emisi.
3. Harga Pasar adalah harga jual dari investor yang
satu ke investor yang lain, harga pasar terjadi setelah
saham tersebut tercatat di bursa efek.
4. Harga Pembukaan adalah harga yang diminta oleh
penjual dan pembeli pada saat jam bursa dibuka.
5. Harga Penutupan merupakan harga yang diminta
penjual dan pembeli saat akhir hari buka.
6. Harga Tertinggi, harga saham tidak hanya sekali
atau dua kali dalam satu hari, tetapi bisa berkal-kali
dan tidak terjadi pada harga saham yang lama, dari
harga yang terjadi tentu ada harga yang paling tinggi
pada satu hari bursa tersebut, harga itu disebut harga
tertinggi.
7. Harga Terendah merupakan kebalikan dari harga
tertinggi, yaitu harga yang paling rendah pada suatu
hari bursa.
8. Harga Rata-rata merupakan harga rata-rata dari
harga tertinggi dan terendah. Harga ini bisa dicatat
untuk transaksi harian, bulanan, atau tahunan.
Berdasarkan nilai harga saham diatas maka indikator
harga saham pada penelitian ini diambil dari nilai
harga saham penutup (close price).
Tidak ada komentar:
Posting Komentar