Jumat, 08 Oktober 2021

Dampak Job Insecurity (skripsi dan tesis)


Dalam Ferry Novliadi (2009:11) mengkonseptualisasikan job insecurity
sebagai suatu sumber stress yang melibatkan ketakutan, kehilangan potensi, dan
kecemasan. Salah satu akibat dari stress tersebut adalah dalam bentuk permasalahan
somatis. Seperti tidak bisa tidur, dan kehilangan selera makan. Berdasarkan penulisan
ashford dkk (1989) dalam Ferry Novliadi (2009:11) diketahui bahwa job insecurity
yang tinggi yang dirasakan karyawan akan berhubungan dengan :
a. Keinginan untuk mecari pekerjaan baru
Ketegangan yang dipengaruhi oleh job insecurity juga penting disebabkan karena
efeknya terhadap turnover. Seperti stressor yang lainnya, job insecurity mungkin
berhubungan dengan respon penarikan diri-sebuah usaha untuk menghindari
stress. Oleh karena itu job insecurity seharusnya mempengaruhi hubungan yang
positif dengan keinginan untuk bekerja.
b. Komitmen organisasi yang rendah
Penerimaan job insecurity mungkin merefleksikan presepsi individu bahwa
perusahaan telah membatalkan kontrak psikologis, dalam hal ini tampilan
penting terancam, pekerjaan berada dalam bahaya (bahkan keduanya) dan
kesetiaan dipengaruhi secara negatif. Romzek dalam Ferry Novliadi (2009:12)
c. Trust organisasi yang rendah
Individu yang merasa bahwa perusahaan tidak dapat diandalkan untuk
menghasilkan komitmen terhadap karyawannya, dapat mengurangi kmitmen
karyawan terhadap organisasi.
d. Kepuasan kerja yang rendah
Karyawan dengan tingkat presepsi terhadap job insecurity yang rendah akan
kurang puas dengan pekerjaan mereka. Orang berespon secara afektif terhadap
pekerjaan dalam kondisi dimana mereka secara kognitif merepresentasikan atau
menerima pekerjaan tersebut. Hackman & Oldham dalam Ferry Novliadi (2009)

Tidak ada komentar: