Sabtu, 04 September 2021

Teori ERG (skripsi dan tesis)


Menurut Arfan (2010) menjelaskan teori dari clayton alderfer ini juga
menganggap kebutuhan manusia tersusun dalam suatu hierarki. Maslow
mengatakan orang cenderung meningkat hierarki kebutuhannya sejalan dengan
terpuaskannya kebutuhan sebelumnya. Namun, alderfer tidak sendapat dengan
maslow. Alderfer menegaskan suatu kebutuhan tidak harus terpuaskan terlebih
dahulu sebelum kebutuhan pada tingkat di atasnya muncul.
Teori ERG (existence, relatedness, growth) menganggap kebutuhan manusia
memiliki tiga hierarki kebutuhan, yaitu kebutuhan akan eksistensi (existence
needs), kebutuhan akan keterikatan (relatedness needs), dan kebuutuhan akan
pertumbuhan (growth needs). Teori ERG mengandung suatu dimensi frustrasi
regresi. Ingat kembali bahwa maslow beragumen seorang individu akan tetap
pada suatu tingkat kebutuhan tertentu sampai kebutuhan tersebut dipenuhi. Teori
ERG menyangkalnya dengan mengatakan bahwa bila suatu tingkat kebutuhan dari
urutan yang lebih tinggi terhalang, maka timbul hasrat dalam individu itu untuk
meningkatkan kebutuhannya di tingkat lebih rendah. Ketidak mampuan untuk
memuaskan suatu kebutuhan akan interaksi sosial, misalnya mungkin
meningkatkan hasrat untuk memiliki lebih banyak uang atau kondisi kerja yang
lebih baik. Jadi, frustasi (halangan) dapat mendorong ke suatu kemunduran yang
lebih rendah.
Ringkasnya, teori ERG beragumen seperti maslow bahwa kebutuhan tingkat
rendah yang terpuaskan menghantar ke hasrat untuk memenuhi kebutuhan dengan
tingkatan yang lebih tinggi. Namun, kebutuhan ganda dapat beroperasi sebagai
motivator sekaligus halangan, dimana mencoba memuaskan kebutuhan dengan
tingkat yang lebih tinggi dihasilkan pengaruh terhadap pemuasan akan kebutuhan
dengan ingkat lebih rendah.
Teori ERG lebih konsisten dengan pengetahuan kita mengenai perbedaan
individual diantara orang-orang. Variabel seperti pendidikan, latar belakang
keluarga, dan lingkungan budaya dapat mengubah arti penting atau kekuatan
dorong yang dimiliki sekelompok kebutuhan terhaap seorang individu tertentu.
Bukti memperlihatkan bahwa orang-orang dalam budaya-budaya lain
memeringkat kategori kebutuhan dengan cara berbeda. Namun, secara
keseluruhan teori ERG menyatakan suatu versi yang lebih valid dibandingkan
dengan hierarki kebutuhan. 

Tidak ada komentar: