Kamis, 09 September 2021
Teori Agensi (Agency Theory) (skripsi dan tesis)
Masalah agensi timbul karena adanya konflik kepentingan antara pemegang
saham (prinsipal) dan manajer (agen), yang dikarenakan tidak bertemunya utilitas
yang maksimal antara mereka (Kusumaningtyas,2012). Adanya pemisahan antara
pemilik perusahaan dan pengelolaan oleh manajemen cenderung menimbulkan
konflik keagenan di antara prinsip dan agen. Konflik kepentingan antara prinsipal
dan agen terjadi karena kemungkinan agen tidak selalu berbuat sesuai dengan
keinginan principal karena manajer sebagai pengelola perusahaan lebih banyak
mengetahui informasi internal dan prospek perusahaan di masa yang akan datang
dibandingkan pemilik (Sigit,2016).
Menurut Watts dan Zimmerman (1990) dalam Kusumaningtyas (2012),
dalam teori agensi juga dikenal adanya informasi yang tidak seimbang yang
disebut asimetri informasi (information asymmetry). Asimetri informasi ini
muncul sebagai akibat adanya distribusi informasi yang tidak sama antara pemilik
dan manajer. Idealnya, pemilik memperoleh informasi yang dibutuhkan untuk
mengukur tingkat hasil yang diperoleh dari usaha manajer. Namun dalam
kenyataannya, ukuran-ukuran keberhasilan yang dikonsumsi pemilik justru tidak
dapat menjelaskan hubungan antara keberhasilan yang telah dicapai dengan usaha
yang telah dilakukan agen. Asimetri informasi dapat menyebabkan dua hal, yaitu:
1. Moral hazard, yaitu bilamana manajer tidak melaksanakan poin-poin yang
telah disepakati dalam kontrak kerja.
2. Pemilihan yang keliru (adverse selection), yaitu suatu keadaan dimana
pemilik tidak dapat mengetahui apakah suatu keputusan yang diambil oleh
manajer benar-benar didasarkan atas informasi yang telah diperolehnya atau
terjadi sebuah kelalaian dalam tugas.
Langganan:
Posting Komentar (Atom)
Tidak ada komentar:
Posting Komentar