Menurut Herlambang (2015) menjelaskan bahwa manajemen laba merupakan salah satu faktor yang dapat mengurangi kreadibilitas laporan keuangan, serta dapat menggangu para pemakai laporan keuangan dalam mempercayai angkaangka dalam laporan keuangan tersebut. Sedangkan menurut Yulius (2015) manajemen laba adalah intervensi dalam proses pelaporan keuangan ekternal dengan tujuan untuk mendapatkan keuntungan-keuntungan pribadi. Manajemen laba terjadi apabila manajer menggunakan penilaian dalam pelaporan keuangan dan dalam struktur transaksi untuk mengubah laporan keuangan guna menyesatkan pemegang saham mengenai prestasi ekonomi perusahaan atau mempengaruhi akibat-akibat perjanjian yang mempunyai kaitan dengan angkaangka yang dilaporkan dalam laporan keuangan. Menurut Schipper (1989) dalam Rahmawati dkk (2006) Yang menyatakan bahwa manajemen laba merupakan suatu intervensi dengan tujuan tertentu dalam proses pelaporan keuangan eksternal untuk memperoleh beberapa keuntungan privat (sebagai lawan untuk memudahkan operasi yang netral dari proses tersebut). Menurut Assih Dan Gudono (2000) Menajemen laba ialah suatu proses yang dilakukan dengan sengaja dalam batasan General Addopted Accounting Principles ( GAAP ) untuk mengarah pada tingkatan laba yang dilaporkan. Menurut Fischer Dan Rozenzwig (1995) Manajemen laba ialah tindakan manajer yang menaikkan (menurunkan) laba yang dilaporkan dari unit yang menjadi tanggung jawabnya yang tidak mempunyai hubungan dengan kenaikan atau penurunan profitabilitas perusahaan dalam jangka panjang.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar