Rabu, 01 September 2021

Sikap Konsumen (skripsi dan tesis)

Non-Muslim Wilson dan Liu (2011) telah mencatat hubungan kuat antara diet, pola makan dan agama. Bailey dan Sood (1993), serta Essoo dan Dibb (2004), menemukan setiap penganut agama mempunyai perilaku pembelian yang berbeda. Banyak peneliti sebelumnya mengakui bahwa memahami sikap konsumen terhadap produk halal merupakan area penting untuk diteliti (Bergeaud-Blackler 2004; Golnaz et al., 2010; Wilson et al., 2013; Ayyub 2015; Golnaz 2012). Sikap terhadap perilaku mengacu pada sejauh mana seseorang memiliki evaluasi yang menguntungkan atau tidak menguntungkan atau penilaian dari perilaku tersebut (Ajzen, 1991). Sehingga Ajzen (1991), merumuskan model Theory of Planned Behavior yang mengakomodasi kompleksitas dalam perilaku sosial manusia. Haque et al., (2015), Golnaz et al., (2010), Nasir et al., (2011), Soon & Wallace (2017), Lada et al., (2009), dan Alam & Sayuti (2011) menemukan bahwa salah satu faktor yang mempengaruhi persepsi konsumen non-Muslim tentang produk makanan halal adalah sikap. Sementara itu, Mokhtar & Mohsin (2012), menemukan bahwa aktor eksternal seperti kepedulian terhadap orang lain dan interaksi dengan komunitas religius lebih kuat dalam membentuk sikap konsumen terhadap produk halal. Mathew et al., (2014), menemukan bahwa konsumen menunjukkan sikap positif terhadap konsep makanan halal Selain itu, Bergeaud-Blackler (2004) mencatat bahwa niat konsumen non-Muslim untuk membeli produk halal bergantung pada banyak faktor penting termasuk usia, tingkat pendidikan, agama yang dianut dan kondisi kesehatan hewan. 

Tidak ada komentar: