Jumat, 24 September 2021

Resilience (Resiliensi) (skripsi dan tesis)

Resiliensi (daya lentur, ketahanan) adalah kemampuan atau kapasitas insani yang dimiliki seseorang, kelompok atau masyarakat yang memungkinkannya untuk menghadapi, mencegah, meminimalkan dan bahkan menghilangkan dampak-dampak yang merugikan dari kondisi yang tidak menyenangkan, atau mengubah kondisi kehidupan yang menyengsarakan menjadi suatu hal yang wajar untuk diatasi (Desmita, 2009: 201). Individu yang memiliki daya resiliensi akan cenderung membuat hidupnya menjadi lebih kuat. Maksudnya yaitu bahwa resiliensi akan membuat seseorang berhasil menyesuaikan diri dalam berhadapan dengan kondisi yang tidak menyenangkan pada kondisi stres hebat. Stres hebat merupakan kondisi dimana individu berada di bawah tekanan besar baginya. Contohnya bisa berupa bencana alam, perceraian orang tua, trauma, kehilangan orang yang disayangi dan lain sebagainya. Meskipun resiliensi merupakan daya bertahan dalam situasi yang stressfull, tidak berarti bahwa resiliensi merupakan suatu sifat atau traits melainkan lebih merupakan suatu proses (process) dan menurut Werner & Smith (dalam Desmita, 2009: 201), resiliensi dapat dipelajari. Coutu (dalam Luthans, Luthans, & Luthans, 2004) menjelaskan bahwa seorang yang resilien dikenali sebagai sebagai seorang yang: 1) tabah menerima kenyataan; 2) berkeyakinan penuh, sering kali ditopang oleh nilai-nilai yang digenggam kuat, bahwa hidup itu penuh arti; 3) berkemampuan luar biasa untuk berbuat seadanya dan beradaptasi terhadap perubahan yang signifikan. Sedangkan menurut Wolins (dalam Desmita, 2009: 202), individu yang resilien memiliki tujuh karakteristik sebagai berikut: 1) Initiative (inisiatif), yang terlihat dari upaya mereka melakukan eksplorasi terhadap lingkungan mereka dan kemampuan individual untuk mengambil peran/ bertindak. 2) Independence (independen), yang terlihat dari kemampuan seseorang menghindar atau menjauhkan diri dari keadaan yang tidak menyenangkan dan otonomi dalam bertindak. 3) Insight (berwawasan), yang terlihat dari kesadaran kritis seseorang terhadap kesalahan atau penyimpangan yang terjadi dalam lingkungannya atau bagi orang dewasa ditunjukkan dengan perkembangan persepsi tentang apa yang salah dan menganalisis mengapa ia salah. 4) Relationship (hubungan), yang terlihat dari upaya seseorang menjalin hubungan dengan orang lain 5) Humor (humor), yang terlihat dari kemampuan seseorang mengungkapkan perasaan humor di tengah situasi yang menegangkan atau mencairkan suasana kebekuan. 6) Creativity (kreativitas), yang ditunjukkan melalui permainanpermainan kreatif dan pengungkapan diri. 7) Morality (moralitas), yang ditunjukkan dengan pertimbangan seseorang tentang baik dan buruk, mendahulukan kepentingan orang lain dan bertindak dengan integritas

Tidak ada komentar: