Resiliensi (daya lentur, ketahanan) adalah kemampuan atau
kapasitas insani yang dimiliki seseorang, kelompok atau masyarakat
yang memungkinkannya untuk menghadapi, mencegah,
meminimalkan dan bahkan menghilangkan dampak-dampak yang
merugikan dari kondisi yang tidak menyenangkan, atau mengubah
kondisi kehidupan yang menyengsarakan menjadi suatu hal yang
wajar untuk diatasi (Desmita, 2009: 201).
Individu yang memiliki daya resiliensi akan cenderung membuat
hidupnya menjadi lebih kuat. Maksudnya yaitu bahwa resiliensi akan
membuat seseorang berhasil menyesuaikan diri dalam berhadapan
dengan kondisi yang tidak menyenangkan pada kondisi stres hebat.
Stres hebat merupakan kondisi dimana individu berada di bawah
tekanan besar baginya. Contohnya bisa berupa bencana alam,
perceraian orang tua, trauma, kehilangan orang yang disayangi dan
lain sebagainya.
Meskipun resiliensi merupakan daya bertahan dalam situasi yang
stressfull, tidak berarti bahwa resiliensi merupakan suatu sifat atau
traits melainkan lebih merupakan suatu proses (process) dan menurut Werner & Smith (dalam Desmita, 2009: 201), resiliensi dapat
dipelajari.
Coutu (dalam Luthans, Luthans, & Luthans, 2004) menjelaskan
bahwa seorang yang resilien dikenali sebagai sebagai seorang yang: 1)
tabah menerima kenyataan; 2) berkeyakinan penuh, sering kali
ditopang oleh nilai-nilai yang digenggam kuat, bahwa hidup itu penuh
arti; 3) berkemampuan luar biasa untuk berbuat seadanya dan
beradaptasi terhadap perubahan yang signifikan.
Sedangkan menurut Wolins (dalam Desmita, 2009: 202), individu
yang resilien memiliki tujuh karakteristik sebagai berikut:
1) Initiative (inisiatif), yang terlihat dari upaya mereka melakukan
eksplorasi terhadap lingkungan mereka dan kemampuan individual
untuk mengambil peran/ bertindak.
2) Independence (independen), yang terlihat dari kemampuan
seseorang menghindar atau menjauhkan diri dari keadaan yang
tidak menyenangkan dan otonomi dalam bertindak.
3) Insight (berwawasan), yang terlihat dari kesadaran kritis seseorang
terhadap kesalahan atau penyimpangan yang terjadi dalam
lingkungannya atau bagi orang dewasa ditunjukkan dengan
perkembangan persepsi tentang apa yang salah dan menganalisis
mengapa ia salah.
4) Relationship (hubungan), yang terlihat dari upaya seseorang
menjalin hubungan dengan orang lain 5) Humor (humor), yang terlihat dari kemampuan seseorang
mengungkapkan perasaan humor di tengah situasi yang
menegangkan atau mencairkan suasana kebekuan.
6) Creativity (kreativitas), yang ditunjukkan melalui permainanpermainan kreatif dan pengungkapan diri.
7) Morality (moralitas), yang ditunjukkan dengan pertimbangan
seseorang tentang baik dan buruk, mendahulukan kepentingan
orang lain dan bertindak dengan integritas
Tidak ada komentar:
Posting Komentar