Adinoto (2013) menjelaskan bahwa perilaku kewirausahaan dikaitkan
dengan faktor inovasi (innovation), kemampuan yang proaktif (proactiveness), dan
keberanian mengambil risiko (risk taking). Intensitas ekstensi faktor-faktor tersebut
dinilai akan berdampak pada kepekaan organisasi atau individu dan
mempengaruhi dealer trust maupun pembeli terhadap perusahaan. Setyorini
(2013) menambahkan bahwa keberhasilan seseorang dalam menjalankan
usahanya ditentukan oleh faktor dari dalam diri wirausaha tersebut. Kepribadian
wirausaha merupakan faktor utama sedangkan faktor-faktor lain merupakan
pendukung yang antara lain adaIah kemampuan, teknologi, dan faktor lain.
Perilaku ini dilandasi oleh spirit entrepreneurship.
Perilaku kewirausahaan diukur dengan mendasarkan diri pada
karakteristik yang dimiliki oleh individu yang terjun dalam dunia ini. Menurut
Sukardi dalam Setyorini (2013) menjelaskan bahwa perilaku entrepreneurn diukur
dengan menggunakan beberapa aspek yaitu:
1. Selalu tanggap terhadap peluang atau kesempatan berusaha maupun
yang berkaitan dengan perbaikan kinerjanya yang ditandai dengan sifat
instrumental.
2. Ada usaha untuk terus-menerus memperbaiki prestasi, mempergunakan
umpan balik, menyukai tantangan dan berupaya agar hasil kerjanya selalu
lebih baik. Tingkah laku ini disebut dengan tingkah laku prestatif yang
didukung oleh sifat prestatif.
3. Melakukan usaha-usaha untuk meperluas Jaringan sosialnya, membina
kenalan, mencari kenalan dan berusaha menyesuaikan diri dalam segala
kesempatan.
4. Dalam berusaha selalu ada usaha untuk selalu terlibat dalam situasi kerja,
tidak mudah menyerah sebelum pekerjaan selesai. Seakan-akan memiliki
tenaga untuk terlibat terus-menerus dalam kerja. Tingkah laku ini disebut
dengan tingkah laku kerja keras.
5. Berusaha untuk selalu optimis bahwa usahanya akan memberi hasil.
Dalam aktualisasinya adalah dirinya yakin, jarang terlihat ragu-ragu.
Tingkah laku ini ditandai dengan keyakinan diri.
6. Tidak mudah khawatir tentang situasi yang serba tidak pasti apakah
usahanya akan bisa membuahkan hasil. Ada keberanian mengambil risiko
dan mengantisipasi kemungkinan-kemungkinan kegagalan. Tingkah laku
ini merupakan pengambilan resiko yang diperhitungkan.
7. Sifat swa kendali yaitu benar-benar menentukan apa yang harus dilakukan
dan bertanggungjawab pada dirinya sendiri.
8. Ada usaha keras untuk mencari cara-cara baru guna memperbaiki
kinerjanya. Keterbukaan pada gagasan, pandangan dan penemuanpenemuan baru yang dapat dimanfaatkan untuk meningkatkan kinerjanya.
Tidak terfokus pada pola lama, tapi berusaha mengembangkan ide baru.
Tingkah laku ini disebut dengan tingkah laku inovatif
9. Memiliki tanggung jawab pribadi. Keberhasilan dan kegagalan merupakan
tanggung jawab pribadi. Oleh karena itu ada kesenangan karena dapat
mengambil keputusan untuk bertindak dan tidak tergantung kepada orang
lain.
Sabtu, 04 September 2021
Pengukuran Behaviour Entrepreneur (skripsi dan tesis)
Langganan:
Posting Komentar (Atom)
Tidak ada komentar:
Posting Komentar