Sabtu, 04 September 2021
Pengertian Persepsi (skripsi dan tesis)
Persepsi merupakan suatu proses yang didahului oleh proses penginderaan,
yaitu merupakan proses diterimanya stimulus oleh individu melalui alat indera
atau juga disebut proses sensoris. Namun proses itu tidak berhenti begitu saja,
melainkan stimulus tersebut diteruskan dan proses selanjutnya merupakan proses
persepsi. Karena itu, proses persepsi tidak dapat lepas dari proses penginderaan dan proses penginderaan merupakan proses pendahulu dari proses persepsi. Proses
penginderaan akan berlangsung setiap saat, pada waktu individu menerima
stimulus melalui alat indera, yaitu melalui mata sebagai alat penglihatan, telinga
sebagai alat pendengar, hidung sebagai alat pembauan, lidah sebagai alat
pengecapan, kulit pada telapak tangan sebagai alat perabaan yang kesemuanya
merupakan alat indera yang digunakan untuk menerima stimulus dari luar
individu. Alat indera tersebut merupakan alat penghubung antara individu dengan
dunia luarnya (Branca, 1964 ; Wood Worth dan Marquis, 1957 ; Dalam Walgito,
2004).
Stimulus yang diindera itu kemudian oleh individu diorganisasikan dan
diinterprestasikan, sehingga individu menyadari, mengerti tentang apa yang
diindera itu, dan proses ini disebut persepsi. Dengan demikian dapat dikemukakan
bahwa stimulus diterima oleh alat indera, yaitu yang dimaksud dengan
penginderaan dan melalui proses penginderaan tersebut stimulus itu menjadi
sesuatu yang berarti setelah diorganisasikan dan diinterpretasikan. Dengan
persepsi individu akan menyadari tentang keadaan disekitarnya dan juga keadaan
diri sendiri (Davidoff, 1981 dalam Walgito, 2004 ).
Menurut Moskowitz dan Orgel, 1969 dalam Walgito, 2004, bahwa persepsi
merupakan proses yang integrated dalam diri individu terhadap stimulus yang
diterimanya.
Persepsi adalah penelitian bagaimana kita menginteraksikan sensasi ke
dalam percept objek, dan bagaimana kita selanjutnya menggunakan percept itu untuk mengenali dunia (percept adalah hasil dari proses perceptual). Sebagian
karena mendapat inspirasi David Marr (1982) dalam Atkinson dkk (1987).
Menurut Glover dan Bruning (1990), persepsi merupakan salah satu proses
psikologis, atau lebih tepatnya proses kognitif. Sebelum seseorang memaknai
suatu stimulus, sejumlah proses kognitif harus dilakukan. Drever (1988),
menjelaskan bahwa dalam persepsi terjadi proses mengingat dan mengidentifikasi.
Oleh sebab itu persepsi bukanlah proses yang pasif, melainkan aktif. Setiap orang
aktif memilih stimulus mana yang akan ditangkap, diorganisasikan dan
diinterprestasikan, tergantung pada minat personal, motivasi, keinginan, dan
harapannya (Abizar, 1998).
Persepsi juga merupakan proses waktu bagi individu untuk mengenal,
mengorganisasikan, dan memaknai sensasi yang diperolehnya dari stimulus
lingkungan, sehingga stimulus tersebut bermakna atau tidak bagi individu
(Stenberg, 1999). Di samping itu, persepsi merupakan kemampuan untuk
memahami dan menginterprestasikan lingkungan secara akurat (Hanna dkk,
2000). Makna atau interprestasi dibuat individu berdasarkan realitas objektif dan
pengetahuan yang dimilikinya. Oleh sebab itu, individu tidak bisa mempersepsi
suatu stimulus (objek) bila ia tidak memiliki pengetahuan sebelumnya tentang
obyek tersebut (Hamachek, 1990).
Menurut Stenberg (1999), persepsi interpersonal merupakan penilaian
individu tentang karakteristik orang lain yang berinteraksi dengannya. Melalui
interaksi terjadi proses penilaian tentang karakteristik dari masing-masing yang
dapat menimbulkan rasa senang ataupun tidak senang dari kedua belah pihak. Walgito (2004), menjelaskan bahwa proses tersebut tidak berhenti sampai di
situ saja melainkan diteruskan ke susunan syaraf pusat, yaitu otak dan terjadilah
proses psikologis, sehingga individu dapat menyadari apa yang ia lihat, dengar
ataupun yang ia rasakan.
Objek persepsi berupa manusia diapresiasi ahli dengan istilah persepsi
interpersonal. Walgito (2003), menjelaskan bahwa persepsi interpersonal adalah
proses seseorang untuk mengetahui, menginterpretasi, dan mengevaluasi orang
lain yang dipersepsi, tentang sifat-sifatnya, kualitasnya, dan keadaan yang lain
yang ada dalam diri orang yang dipersepsi, sehingga terbentuk gambaran
mengenai orang yang dipersepsi.
Menurut Slameto (2003) persepsi adalah proses yang menyangkut masuknya
pesan atau informasi ke dalam otak manusia. Melalui persepsi manusia terus
menerus mengadakan hubungan dengan lingkungannya. Hubungan ini dilakukan
lewat inderanya, yaitu indera penglihatan, pendengar, peraba, perasa dan
penciuman.
Menurut Rahmad (2008), persepsi adalah suatu proses yang memberikan
esan terhadap pengalaman-pengalaman mengenai suatu objek pada rangsang yang
diamati, sehingga orang akan mendapatkan hasil yaitu pengalaman yang baru.
Persepsi merupakan suatu proses yang didahului oleh penginderaan, yaitu proses
yang berwujud diterimanya stimulus oleh individu melalui alat inderanya.
Persepsi itu merupakan proses pengorganisasian, penginterprestasian
terhadap stimulus yang diterima oleh individu, sehingga merupakan sesuatu yang
berarti dan merupakan respon yang integrated dalam diri individu. Karena itu dalam penginderaan orang akan mengaitkan dengan stimulus, sedangkan dalam
persepsi orang akan mengaitkan dengan objek.
Dalam persepsi stimulus dapat datang dari luar diri individu, tetapi juga
dapat datang dari dalam diri individu yang bersangkutan. Jika yang dipersepsi
dirinya sendiri sebagai objek persepsi, inilah yang disebut dengan persepsi diri
(self-perception). Karena apa yang ada dalam diri individu seperti perasaan,
pengalaman, kemampuan berfikir, kerangka acuan dan aspek-aspek lain yang ada
dalam diri individu akan ikut berperan dalam persepsi tersebut.
Dalam persepsi sekalipun stimulusnya sama, akan tetapi karena pengalaman
tidak sama, kemampuan berfikir tidak sama, kerangka acuan tidak sama ada
kemungkinan hasil persepsi antara individu yang satu dengan individu yang
lainnya tidak sama. Keadaan tersebut memberikan gambaran bahwa persepsi itu
memang bersifat individual (Devidof, 1981 dalam Walgito, 2004).
Berdasarkan uraian di atas dapat disimpulkan bahwa persepsi merupakan
kemampuan individu untuk memahami, memaknai dan menginterpretasikan
secara akurat stimulus yang datang dari lingkungan berdasarkan realitas objektif
dan pengetahuan yang dimilikinya. Demikian juga dengan persepsi interpesonal
yang menekankan proses interaksi, seseorang akan melakukan penilaian tentang
karakteristik orang lain.
Langganan:
Posting Komentar (Atom)
Tidak ada komentar:
Posting Komentar