Jumat, 24 September 2021

Pengaruh Kecerdasan Emosional terhadap Keterikatan Kerja (skripsi dan tesis)

 Hal yang mempengaruhi keterikatan kerja dapat dilihat dari model Job Demands – Resources (JD-R) dari Schaufeli dan Bakker (2004) dalam jurnal Eka Wulandari & Ika Z. R (2017) yang menyatakan bahwa terdapat 3 faktor yang mempengaruhi keterikatan kerja yaitu, job demands (tuntutan kerja), job resources (sumber daya kerja), personal resources (sumber daya pribadi). Di mana stimulus yang tepat untuk meningkatkan keterikatan kerja, salah satunya dimulai dari diri individu (personal resources). Personal resources yaitu karakteristik yang dimiliki oleh masing-masing individu yang mengacu pada evaluasi diri secara positif dan mengacu pada kemampuan individu untuk mengontrol sehingga memiliki dampak bagi lingkungannya (Hobfoll, et al, 2003), seperti harga diri, keyakinan diri, zona control dan kemampuan untuk mengendalikan emosi (Albrecht, 2010). Teori tersebut dapat mendukung penelitian Eka Wulandari & Ika Z. R (2017) yang   berhasil menemukan hubungan positif dan signifikan antara kecerdasan emosional dengan keterikatan kerja pada guru SMA Negeri Berakreditasi A di Kecamatan Ngaliyan kota Semarang. Semakin tinggi kecerdasan emosional maka akan semakin tinggi pula keterikatan kerja dan sebaliknya. Kecerdasan emosional yang tinggi menjadikan pegawai memiliki interaksi baik dengan rekan kerja karena pegawai dapat mengelola perilaku mereka untuk muncul secara tepat tergantung pada situasinya, sehingga karyawan termotivasi untuk lebih terikat pada pekerjaannya (Duran, 2004) dalam Eka Wulandari & Ika Z. R (2017)

Tidak ada komentar: