Jumat, 24 September 2021

Pengaruh Kecerdasan Emosional dan Modal Psikologis terhadap Keterikatan Kerja (skripsi dan tesis)

 Karyawan yang memiliki tingkat kecerdasan emosional yang positif, cenderung akan terampil dalam menenangkan dirinya dengan cepat, memiliki kesadaran diri, serta terampil memusatkan perhatian, lebih baik dalam berhubungan dengan orang lain dan lebih cakap dalam memahami orang lain. Kecerdasan emosional juga dapat membuat karyawan memiliki kemampuan akan memotivasi diri sendiri serta selalu bersemangat untuk menghadapi berbagai kesulitan yang mungkin akan dihadapinya yang memiliki hubungan dengan keterikatan seorang karyawan di perusahaannya. Selain kecerdasan emosional, koneksi antara kondisi psikologis karyawan dengan pekerjaannya memegang peranan yang sangat penting khususnya pada sektor pekerjaan yang berhubungan dengan informasi dan pelayanan (Bakker, 2010) dalam jurnal Thennia Sari & Henilia Y (2018). Karyawan yang memiliki kualitas seperti karyawan yang mampu mengontrol emosinya dan memiliki modal psikologis yang meliputi kepercayaan diri, mempu menerima tantangan, selalu berpikir positif akan pekerjaannya dan mampu bangkit dari kegagalan dianggap memiliki keterikatan kerja yang tinggi. Hal tersebut dapat dilihat dari meningkatnya produktivitas, profit perusahaan, kualitas kerja tinggi, efisiensi kerja meningkat, turnover rendah dan mengurangi ketidakhadiran/absen   (Handoko, 2008). Dalam penelitian Thennia Sari & Henilia Y (2018) berhasil membuktikan melalui penelitiannya bahwa kecerdasan emosional dan modal psikologis berpengaruh signifikan secara simultan terhadap keterikatan karyawan

Tidak ada komentar: