Niat berperilaku merupakan ukuran dari kesediaan individu untuk
melakukan perilaku yang diinginkan. Berdasarkan pemikiran model TPB maka
niat berperilaku merupakan prediktor yang kuat menentukan perilaku. Seseorang
yang memiliki niat perilaku tinggi akan memungkinkan orang tersebut terlibat atau
melakukan perilaku tersebut (Mok dan Lee, 2013). TPB terdiri dari tiga konstruk
yang masing-masing merupakan determinan yang menentukan niat berperilaku
seseorang, yaitu:
1. Konstruk pertama adalah sikap (attitude) yang mendefinisikan sebagai
sejauh mana seseorang mengevaluasi atau menilai perilaku tersebut
menguntungkan atau tidak, menyenangkan atau tidak menyenangkan,
baik atau buruk, berbahaya atau bermanfaat, suka atau tidak suka
terhadap objek akan memediasi semua tanggapan ke objek. Sikap
menjadi determinan yang menentukan niat berperilaku seseorang
(Hasbullah et al, 2014). Sikap merupakan langkah-langkah dari keyakinan
perilaku seseorang, hal ini merupakan fungsi individu yang merasakan
kemungkinan hasil dari perilaku yang akan dilakukan serta evaluasinya
(Mok dan Lee, 2013).
2. Konstruk kedua adalah subjective norms (norma subjektif) adalah acuan
yang berasal dari lingkungan sosial yang memberikan pengaruh
seseorang dalam berperilaku. TPB mengemukakan bahwa seseorang
dapat memiliki keyakinan berdasarkan apa yang diharapkan orang lain
pada orang tersebut. Orang dapat memiliki sikap yang baik terhadap
objek tertentu, namun jika ada tekanan dari orang lain untuk tidak
melakukannya, maka orang tersebut akan memilki sikap yang negatif
(Hasbullah et al, 2014). Norma subjektif mengukur efek dari pengaruh
sosial yang diberikan pada individu (Mok dan Lee, 2013).
3. Konstruk ketiga adalah kontrol perilaku yang dirasakan (perceived behavior
control) yaitu merasakan kemudahan atau kesulitan dalam menjalankan
perilaku. Perilaku yang dirasakan dapat menjadi cerminan dari keyakinan
terhadap ketersediaan sumber daya serta kesempatan untuk melakukan
perilaku tertentu (Hasbullah et al, 2014). Kontrol perilaku yang dirasakan
merupakan ukuran dari persepsi seseorang tentang kemudahan dan
kesulitan ketika akan melakukan perilaku tertentu. Sejauh mana
seseorang berhasil mengubah niat berperilakunya menjadi perilaku aktual
sangat bergantung pada kontrol perilaku yang dirasakan (Mok dan Lee,
2013).
Senada dengan pernyataan di atas, Pangestu dan Rusmana (2012) juga
menyatakan bahwa Theory of Planned Behavior adalah sebuah teori yang
menerangkan bahwa perilaku yang ditampilkan oleh individu timbul karena adanya
niat untuk berperilaku. Sedangkan munculnya niat berperilaku ditentukan oleh 3 faktor penentu yaitu:
1. Behavioral beliefs, yaitu keyakinan individu akan hasil dari suatu perilaku
dan evaluasi atas hasil tersebut (beliefs strength and outcome
evaluation);
2. Normative beliefs, yaitu keyakinan tentang harapan normatif orang lain
dan motivasi untuk memenuhi harapan tersebut (normatif beliefs and
motivation to comply); dan
3. Control beliefs, yaitu keyakinan tentang keberadaan hal-hal yang
mendukung atau menghambat perilaku yang akan ditampilkan (control
beliefs) dan persepsinya tentang seberapa kuat hal-hal yang mendukung
dan menghambat perilakunya tersebut (perceived power).
Hambatan yang mungkin timbul pada saat perilaku ditampilkan dapat
berasal dari dalam diri sendiri maupun dari lingkungan. Secara berurutan,
behavioral beliefs menghasilkan sikap terhadap perilaku positif atau negatif,
normative beliefs menghasilkan tekanan sosial yang dipersepsikan (perceived
social pressure) atau norma subyektif (subjective norm), dan control beliefs
menimbulkan perceived behavioral control atau kontrol keperilakuan yang
dipersepsikan Ajzen dalam Pangestu dan Rusmana (2012).
Sabtu, 04 September 2021
Niat Berperilaku (skripsi dan tesis)
Langganan:
Posting Komentar (Atom)
Tidak ada komentar:
Posting Komentar