Kamis, 09 September 2021
Maturity Level (skripsi dan tesis)
Pendefinisian model kematangan suatu proses TI, COBIT mempunyai
maturity level model untuk mengontrol proses-proses TI dengan menggunakan
metode penilaian (scoring) sehingga organisasi dapat menilai proses-proses TI
yang dimiliki. Dengan adanya maturity level model, maka organisasi dapat
mengetahui posisi kematangan saat ini, dan secara terus menerus serta
berkesinambungan harus berusaha untuk meningkatkan levelnya sampai tingkat
tertinggi agar aspek tata kelola terhadap TI dapat berjalan secara efektif. Maturity
model dapat digunakan untuk memetakan:
1. Status pengelolaan TI perusahaan pada saat itu.
2. Status standar industri dalam bidang TI saat ini (sebagai pembanding).
3. Status standar internasional dalam bidang TI saat ini (sebagai pembanding)
4. Strategi pengelolaan TI perusahaan (ekspetasi perusahaan terhadap posisi
pengelolaan TI perusahaan).
Maturity level model dimaksudkan untuk mengetahui keberadaan
persoalaan yang ada dan bagaimana menentukan prioritas peningkatan. Model
kematangan dirancang sebagai profil proses TI, sehingga organisasi akan dapat
mengenali sebagai deskriipsi kemungkinan keadaan sekarang dan mendatang.
Penggunaan model kematangan yang dikembangkan untuk setiap 34 proses TI
memungkinkan manajemen dapat mengidentifikasi (ITGI, 2007): (1) Kondisi
perusahaan sekarang, (2) Kondisi sekarang dari industri untuk perbandingan, (3)
Kondisi yang diinginkan perusahaan, (4) Pertumbuhan yang diinginkan antara asis dan to-be.
Langganan:
Posting Komentar (Atom)
Tidak ada komentar:
Posting Komentar