Kamis, 09 September 2021

Kepemilikan Institusional (skripsi dan tesis)

Menurut Wahidawati (2001), kepemilikan institusional dapat diartikan sebagai proporsi saham yang beredar yang dimiliki oleh institusi lain di luar perusahaan, seperti bank, perusahaan asuransi, perusahaan investasi, dana pensiun dan lain-lain pada akhir tahun yang diukur dalam persentase. Kepemilikan institusional diduga mampu memberikan mekanisme pengawasan dalam perusahaan. Semakin besar kepemilikan intitusional pada perusahaan, maka semakin rendah kecenderungan manajer melakukan aktivitas manajemen laba karena adanya fungsi pengawasan yang lebih baik dari investor yang expert. Kepemilikan institusional dapat menekan kecenderungan manajemen untuk memanfaatkan discretionary dalam laporan keuangan sehingga memberikan kualitas laba yang dilaporkan. Beiner et. al., (2003) dalam Ujiyanto dan Pramuka (2007) menyatakan kepemilikan institusional adalah hak suara yang dimiliki oleh institusi. Kepemilikan institusional adalah salah satu faktor yang mempengaruhi kinerja sebuah perusahaan. Dalam hubunganya dengan fungsi monitoring kepemilikan institusional diyakini memiliki kemampuan yang lebih baik daripada kepemilkan individu. Adanya kepemilikan investor institusional menyebabkan peningkatan pengawasan yang lebih ketat terhadap kinerja manajemen (Wening, 2007 dalam Setiawan 2010). Kepemilikan institusioanal adalah kepemilikan jumlah saham perusahaan oleh lembaga keuangan non bank dimana lembaga tersebut mengelola dana atas nama orang lain. Menurut Tarjo (2008) kepemilikan institusional adalah kepemilikan saham perusahaan yang dimiliki oleh institusi atau lembaga seperti perusahaan asuransi, bank, perusahaan investasi dan kepemilikan institusi. Kepemilikan institusional memiliki kemampuan untuk mengendalikan pihak manajemen melalui proses monitoring secara efektif sehingga dapat mengurangi manajemen laba. Menurut Setiawan (2011) Semakin besar kepemilikan oleh institusi keuangan maka akan semakin besar kekuatan suara dan dorongan institusi keuangan untuk mengawasi manajemen, sehingga akibatnya akan memberikan dorongan yang lebih besar untuk mengoptimalkan nilai perusahaan sehingga tercapainya peningkatan kinerja yang ditandai juga dengan harapan perusahaan dapat menjaga kelangsungan hidup jangka waktu yang tidak ditentukan. 

Tidak ada komentar: