Sarwoko et al, (2013) mengemukakan karakteristik entrepreneur yang
dapat menentukan keberhasilan bisnis adalah:
1. Faktor pikologis
Faktor psikologis merupakan karakteristik individu yang dapat menentukan
keberhasilan bisnis, meliputi: kebutuhan untuk berprestasi, locus of control,
dan karakter pribadi.
2. Faktor pendidikan
Faktor pendidikan merupakan karakteristik yang dapat menjadi determinan
dalam menentukan keberhasilan bisnis. Semakin tinggi pendidikan
entrepreneur akan memiliki dampak yang baik dalam entrepreneur karena
mencerminkan fakta sebagai seorang individu yang memiliki keunggulan
dari segi pengetahuan.
Adapun tipe karakteristik entrepreneur menurut Sarwoko et al, (2013)
dibedakan menjadi dua, yaitu: 1) Atribut meliputi: usia, jenis kelamin, agama,
pengaruh keluarga; dan 2) Kualifikasi meliputi pendidikan dan pengalaman bisnis.
Sonny et, (2012) mengemukakan terdapat 17 karakteristik yang melekat pada diri
entrepreneur, yaitu:
1. Komitmen total, determinasi, dan keuletan hati
Entrepreneur adalah mereka yang memiliki komitmen total dan determinasi
untuk maju sehingga dapat mengatasi berbagai hambatan. Kesulitan yang
timbul tidak membuat surut semangat entrepreneur untuk terus berkreasi
dan berinovasi.
2. Dorongan kuat untuk berprestasi
Entrepreneur adalah orang yang berani memulai sendiri, tidak terlalu
tergantung pada orang lain, yang digerakkkan oleh keinginan kuat untuk
berkompetisi, melampaui standar yang ada dan mencapai sasaran.
3. Berorientasi pada kesempatan dan tujuan
Entrepreneur adalah orang yang berani memulai sendiri, tidak terlalu
bergantung pada orang lain, yang digerakkan oleh keinginan kuat untuk
berkompetisi, melampaui standar yang adil dan mencapai sasaran.
4. Inisiatif dan tanggung jawab
Entrepreneur adalah pribadi yang independen, bergantung pada dirinya
sendiri dan secara aktif mengambil inisiatif untuk memecahkan masalah.
5. Pengambilan keputusan yang konsisten
Entrepreneur merupakan seseorang yang tidak mudah terintimidasi oleh
situasi yang sulit, karena merupakan pribadi yang percaya diri dan optimis.
6. Mencari umpan balik
Entrepreneur yang efektif adalah pembelajar yang cepat karena memiliki
keinginan yang kuat untuk mengetahui bagaimana bertindak dengan benar
dan memperbaiki kinerjanya. Umpan balik adalah sentral dari
pembelajaran seorang entrepreneur.
7. Internal locus of control
Entrepreneur yang sukses menyakini diri mereka sendiri. Seorang
entrepreneur tidak percaya bahwa keberhasilan atau kegagalan
dipengaruhi oleh takdir, keberuntungan, dan kekuatan lainnya.
Entrepreneur memiliki kepercayaan bahwa pencapaian yang diperoleh
merupakan hasil pengendalian dan pengaruh diri. Entrepreneur juga
menyakini bahwa mereka dapat mengendalikan lingkungan melalui
berbagai aktivitas yang dilakukan.
8. Toleransi terhadap ambiguitas
Entrepreneur selalu menghadapi kondisi ketidakpastian, hal ini terjadi
karena kurangnya informasi yang diperlukan untuk memetakan situasi.
Entrepreneur dengan tolerasi yang tinggi terhadap ambiguitas akan
menanggapi kondisi tersebut dengan upaya-upaya terbaik untuk
mengatasinya.
9. Pengambilan resiko yang terkalkulasi
Entrepreneur bukanlah penjudi, karena ketika mereka terlibat dalam suatu
bisnis maka telah diperhitungkan dengan pemikiran yang matang, karena
entrepreneur menghindari resiko yang tidak perlu.
10. Integritas dan reliabilitas
Karakteristik ini merupakan kunci kesuksesan relasi antara pribadi dan
bisnis yang membuat entrepreneur dapat bertahan lama.
11. Toleransi terhadap kegagalan
Kegalan adalah hal yang biasa bagi entrepreneur, karena merupakan
bagian dari pengalaman pembelajaran. Entrepreneur yang efektif adalah
cukup realistis dalam menghadapi kesulitan. Entrepreneur tidak menjadi
kecewa, terpukul, atau depresi ketika menghadapi kegagalan. Sebaliknya,
entrepreneur terus mencari kesempatan untuk menyadari bahwa banyak
pelajaran yang dapat dipetik dari kegagalan daripada keberhasilan.
12. Energi tingkat tinggi
Entrepreneur sering menghadapi beban kerja yang berat dan tingkat stres
yang tinggi, namun entrepreneur selalu memiliki energi tinggi untuk
menghadapinya.
13. Kreatif dan inovatif
Entrepreneur yang sukses adalah individu yang kreatif dan inovatif.
Kreatifitas dapat dipelajari dan dilatih serta merupakan kunci sukses dalam
struktur ekonomi masa kini.
14. Visi
Entrepreneur mengetahui arah bisnis yang akan dijalani. Visi
dikembangkan sepanjang waktu yang menentukan eksistensi bisnisnya di
masa depan.
15. Independen
Entrepreneur menginginkan kebebasan dalam mengembangkan bisnis.
Entrepreneur tidak menginginkan birokrasi yang rumit sehingga dapat
menghambat aktivitasnya.
16. Percaya diri dan optimis
Entrepreneur selalu menghadapi berbagai tantangan tetapi hal tersebut
tidak membuat kehilangan kepercayaan diri dan pesimis. Entrepreneur
selalu percaya diri dan optimis bahwa segala kesulitan yang menghadang
dapat diatasi.
17. Membangun tim
Meskipun entrepreneur selalu menginginkan otonomi tetapi tidak
membatasi keinginannya untuk membangun entrepreneurship yang kuat.
Entrepreneur yang sukses membutuhkan tim yang handal serta dapat
menangani pertumbuhan dan perkembangan usaha.
Handaru et al, (2015) mengidentifikasikan terdapat hanya enam
karakteristik entrepreneur, yang meliputi tidak mudah menyerah dalam mencapai
tujuan (need for achievement), sikap entrepreneurdalam mengelola usahanya
(locus of control), memiih suatu tantangan namun cukup kemungkinan untuk
berhasil (risk taking propensity), kemampuan unutuk berhubungan dengan
sesuatu yang tidak bisa diprediksi (tolerence for ambiguity), dapat menciptakan
barang dan jasa baru (innovativeness), memiliki percaya diri yang tinggi akan
keberhasilan usahanya (confidence).
Tidak ada komentar:
Posting Komentar